Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Uskup Desmond Tutu “senang” Nelson Mandela meninggal

Uskup Desmond Tutu “senang” Nelson Mandela meninggal

Afrika-KoPi, Uskup Desmond Tutu menyatakan bahwa dirinya senang Nelson Mandela telah meninggal—sehingga Mandela tak harus melihat apa yang dilakukan oleh pemimpin Afrika Selatan kepada negara tersebut saat ini.

Sejak Jacob Zuma menjadi presiden, Tutu menjadi semakin kritis terhadap African National Congress (ANC), sebuah partai politik yang memegang kekuatan di Afrika Selatan sejak berakhirnya pembedaan ras pada tahun 1994, partai yang pertama kali diketuai Mandela.


“Saya tidak menduga bahwa rasa kekecewaan ini muncul dengan segera. Saya senang Madiba sudah meninggal. Saya senang orang-orang seperti dia tak melihat keadaan ini (langkah transformasi yang lambat),” paparnya kepada Africa’s Sunday Times.


Tutu, sahabat karib Mandela dan juga merupakan pemimpin gerakan pembebasan Afrika Selatan saat dirinya dipenjara, tidak diikutsertakan dalam prosesi pemakaman Mandela oleh ANC, bahkan dirinya pun hampir tak diundang sama sekali.


Tutu juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan ANC di Afrika Selatan bulan depan—pemilihan pertama setelah Mandela wafat.


(Ana Puspita Sari)
Sumber: The Independent

back to top