Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Untuk kurangi jumlahnya, perokok aktif perlu didampingi

Untuk kurangi jumlahnya, perokok aktif perlu didampingi

Bantul-KoPi| Banyaknya jumlah perokok aktif di Indonesia tentu berdampak pada kesehatan penduduk secara keseluruhan. Oleh karenanya, mengurangi jumlah perokok aktif merupakan hal penting yang perlu dilakukan, terutama dengan adanya pendampingan dari beberapa pihak.

Direktur Muhammadiyah Tobaco Control Center (MTCC) UMY, Winny Setyonugroho, Ph.D., dalam Pelatihan Quit Now Stop Smoking Program, pada Rabu (01/02), mengungkapkan bahwa dengan didampingi, para perokok aktif akan lebih termotivasi untuk segera berhenti merokok.

“Menurut penelitian, hanya 10% perokok yang sukses berhenti dengan tanpa didampingi. Sedangkan dengan pendampingan, jumlah presentasenya lebih tinggi. Oleh karenanya, perlu bagi kita untuk ikut mendampingi mereka,” ujar Winny.

Terkait pelatihan yang diselenggarakan di Ruang Sidang AR Fakhruddin A lantai 5 hingga Jum'at (03/02) tersebut, Dianita Sugiyo, S.Kep, Ns.MHD, selaku Wakil Direktur MTCC UMY menjelaskan bahwa para peserta akan dibekali tujuh langkah untuk berhenti merokok.

Tujuh langkah tersebut antara lain bersiap untuk berhenti, waktunya untuk berhenti, menaklukkan kecanduan nikotin, memilih kebiasaan baru, hidup bebas dari asap rokok, tetap berhenti, dan menang seumur hidup.

“Program ini adalah program training untuk konselor klinik berhenti merokok, bekerja sama dengan H.E.L.P. Foundation di Asian Aid di Australia. Jadi training ini pembicaranya dari Australia dan ada beberapa dokter dari Indonesia juga. Kami melibatkan seluruh peserta dari Indonesia, ada yang dari unsur Universitas yang memiliki Fakultas Kedokteran atau Kesehatan Masyarakat atau keperawatan, lalu Rumah Sakit, Puskesmas, Balai Pengobatan, Dinas Kesehatan, dan yang lainnya,” jelas Dianita.

Dalam pelatihan tersebut, peserta yang merupakan para konselor di klinik berhenti merokok dihimbau untuk memandu para perokok agar mereka bisa tertolong untuk berhenti merokok. Penanganan yang dilakukan-pun beragam tidak hanya dari segi medis, namun juga dijelaskan Dianita, ada terapi perilaku.

“Harapannya bagi peserta bisa menyebarkan pengetahuannya juga ke konselor yang lain, karena memang metodenya banyak sekali dan MTCC sudah beberapa kali mengadakan serial untuk konselor klinik berhenti merokok dengan materi yang berbeda. Ini adalah materi yang kesekiannya. Jadi ada terapi komunikasi, seven steps to quit smoking dari Australia, dan lainnya. Jadi kita memang selalu mengupdate para peserta yang dahulunya mungkin pernah ikut agar bisa melengkapi metode-metode untuk menolong para perokok itu untuk berhenti,” tutup Dianita.

back to top