Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Untuk hidup, perempuan Saudi dorong kursi roda di Makkah

Untuk hidup, perempuan Saudi dorong kursi roda di Makkah

Saudi-KoPi, Walaupun lelah karena puasa dan panas, perempuan-perempuan Saudi tetap bekerja di Masjidil Haram Makkah dengan mendorong perempuan-perempuan yang cacat yang duduk di kursi roda untuk melakukan inbadah haji umrah.

Uang yang didapat dari membantu para penyandang cacat untuk melakukan ibadah tersebut menyelamatkan mereka dari meminta-minta, media Alsharq mengatakan.

Salah satunya ialah Umm Muhammad Al-Shareed dan 12 anaknya yang ditinggal oleh suaminya. Dia mengajak anak perempuannya yang paling tua yang sudah berumur 17 tahun untuk bisa mendapatkan penghasilan agar keluarganya terhindar dari kelaparan.

“Saya seorang wanita tua dan saya tidak bisa bekerja yang berat-berat. Saya datang ke makkah bersama anak saya setiap hari untuk menjaga dia dan membantunya. Kami bekerja dengan kursi roda ini untuk membantu perempuan penyandang cacat dalam melakukan umrah. Walaupun kami harus bekerja dengan susah payah, uang yang halal itu lebih baik dari pada meminta-minta atau melakukan hal yang dilarang oleh agama (haram),” tuturnya.

Perempuan tua tersebut menikah beberapa tahun yang lalu namun suaminya menceraikannya. Dia tidak mau membantu istrinya dan anak-anaknya dan dia tidak punya pilihan, dia harus mencari pekerjaan agar dia bisa menghidupi dirinya dan anak-anaknya.

(Fahrurrazi)
Sumber: al-Arabiya News

back to top