Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Untuk hidup, perempuan Saudi dorong kursi roda di Makkah

Untuk hidup, perempuan Saudi dorong kursi roda di Makkah

Saudi-KoPi, Walaupun lelah karena puasa dan panas, perempuan-perempuan Saudi tetap bekerja di Masjidil Haram Makkah dengan mendorong perempuan-perempuan yang cacat yang duduk di kursi roda untuk melakukan inbadah haji umrah.

Uang yang didapat dari membantu para penyandang cacat untuk melakukan ibadah tersebut menyelamatkan mereka dari meminta-minta, media Alsharq mengatakan.

Salah satunya ialah Umm Muhammad Al-Shareed dan 12 anaknya yang ditinggal oleh suaminya. Dia mengajak anak perempuannya yang paling tua yang sudah berumur 17 tahun untuk bisa mendapatkan penghasilan agar keluarganya terhindar dari kelaparan.

“Saya seorang wanita tua dan saya tidak bisa bekerja yang berat-berat. Saya datang ke makkah bersama anak saya setiap hari untuk menjaga dia dan membantunya. Kami bekerja dengan kursi roda ini untuk membantu perempuan penyandang cacat dalam melakukan umrah. Walaupun kami harus bekerja dengan susah payah, uang yang halal itu lebih baik dari pada meminta-minta atau melakukan hal yang dilarang oleh agama (haram),” tuturnya.

Perempuan tua tersebut menikah beberapa tahun yang lalu namun suaminya menceraikannya. Dia tidak mau membantu istrinya dan anak-anaknya dan dia tidak punya pilihan, dia harus mencari pekerjaan agar dia bisa menghidupi dirinya dan anak-anaknya.

(Fahrurrazi)
Sumber: al-Arabiya News

back to top