Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Unjuk rasa refleksi hari pahlawan di UIN Suka

Unjuk rasa refleksi hari pahlawan di UIN Suka

Jogja-KoPi| Front Aksi Mahasiswa Jogja (FM-J) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Sunan Kalijaga mengadakan unjuk rasa Refleksi 10 November pada pukul 11.00 WIB di pertigaan UIN Sunan Kalijaga, Selasa (10/11). Puluhan massa gabungan tersebut terlihat memadati pertigaan UIN Sunan Kalijaga sembari melakukan orasi.

Puncak dari unjuk rasa itu adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan shalat ghaib berjamaah. Menurut Ketua Komisariat PMII UIN Sunan Kalijaga, Imam Hakiki, unjuk rasa ini bertujuan untuk merangsang spirit kepahlawanan yang pernah lahir dari pahlawan Indonesia. Selain itu, unjuk rasa ini juga bertujuan untuk mengingat kembali jasa para pahlawan yang telah berjuang keras untuk bangsa Indonesia.

“Sejarah bukan hanya untuk dikaji, sejarah bukan pula untuk dibanggakan semata tetapi sejarah harus kita wariskan dengan perjuangan yang lebih berharga demi kesatuan dan kemajuan negeri ini,” jelas koordinator unjuk rasa, Multazam.

Multazam menganggap bahwasanya negeri yang sudah merdeka ini bukanlah kayangan dan negeri bayangan, butuh sejuta keringat dan sejuta darah untuk memperjuangkan negeri ini. Soekarno telah membuat jembatan kemerdekaan tinggal apa yang terjadi di seberang jembatan itu dan bangsa peneruslah yang akan membuatnya.

Refleksi 10 November ini, menurutnya, dibutuhkan untuk mengingat kembali jasa-jasa para pahlawan yang sudah berjuang keras untuk Indonesia dan menjaga nilai-nilai spirit kepahlawan yang telah lahir dari para pahlawan Indonesia. |Frendha Yentin|Umi

back to top