Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Unjuk rasa refleksi hari pahlawan di UIN Suka

Unjuk rasa refleksi hari pahlawan di UIN Suka

Jogja-KoPi| Front Aksi Mahasiswa Jogja (FM-J) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Sunan Kalijaga mengadakan unjuk rasa Refleksi 10 November pada pukul 11.00 WIB di pertigaan UIN Sunan Kalijaga, Selasa (10/11). Puluhan massa gabungan tersebut terlihat memadati pertigaan UIN Sunan Kalijaga sembari melakukan orasi.

Puncak dari unjuk rasa itu adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan shalat ghaib berjamaah. Menurut Ketua Komisariat PMII UIN Sunan Kalijaga, Imam Hakiki, unjuk rasa ini bertujuan untuk merangsang spirit kepahlawanan yang pernah lahir dari pahlawan Indonesia. Selain itu, unjuk rasa ini juga bertujuan untuk mengingat kembali jasa para pahlawan yang telah berjuang keras untuk bangsa Indonesia.

“Sejarah bukan hanya untuk dikaji, sejarah bukan pula untuk dibanggakan semata tetapi sejarah harus kita wariskan dengan perjuangan yang lebih berharga demi kesatuan dan kemajuan negeri ini,” jelas koordinator unjuk rasa, Multazam.

Multazam menganggap bahwasanya negeri yang sudah merdeka ini bukanlah kayangan dan negeri bayangan, butuh sejuta keringat dan sejuta darah untuk memperjuangkan negeri ini. Soekarno telah membuat jembatan kemerdekaan tinggal apa yang terjadi di seberang jembatan itu dan bangsa peneruslah yang akan membuatnya.

Refleksi 10 November ini, menurutnya, dibutuhkan untuk mengingat kembali jasa-jasa para pahlawan yang sudah berjuang keras untuk Indonesia dan menjaga nilai-nilai spirit kepahlawan yang telah lahir dari para pahlawan Indonesia. |Frendha Yentin|Umi

back to top