Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Universitas NU Yogyakarta resmi dibuka

Universitas NU Yogyakarta resmi dibuka

Jogja-KoPi| Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. Mohammad Nasir Ph.D, meresmikan Universitas Nadhlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Jum'at (10/3).

Prof . Dr. Nizar Ali Ketua PWNU DIY, menjelaskan UNU Yogyakarta sudah dirintis sejak masa kepimpinan Prof. Rochmat Wahab. Nizar Ali juga menjelaskan di semester kedua tahun 2017, UNU Yogyakarta sudah siap menerima mahasiswa baru.

"Semoga lahirnya UNU Yogya akan menandai arah pergerakan masa depan NU, baik untuk Yogya maupun Indonesia," jelas Nizar Ali saat peresmian UNU di Jalan Lowanu, Umbulharjo.

Sementara itu Menristek dikti, Mohammad Natsir menghimbau agar calon dosen S2 UNU perlu mengambil S3 untuk menambah ilmu dan pengetahuan dosen tersebut. Natsir juga menjelaskan perlu ada proses dan tahapan yang memakan waktu agar UNU sejajar dengan Universitas lainnya di Yogyakarta. Selain itu ia meminta bantuan pemerintah daerah membantu UNU dalam bidang infrastruktur.

"Saya mohon dari dukungan rakyat jogjakarta bisa membantu UNU Yogyakarta kedepannya bisa menjadikan universitas yang lebih baik dan melahirkan sarjana - sarjana yang berakhlak mulia sesuai dengan nilai nilai Islam," pinta Natsir.

UNU Yogyakarta memiliki lima fakultas dengan program studi berjumlah 11 prodi dan berjenjang Pendidikan S1. Lima Fakultas dan sebelas Prodi tersebut meliputi Fakultas Dirasah Islamiyyah dengan Prodi Dirasah Islamiyyah.

Fakultas Teknologi Informasi dengan Prodi Teknik Informatika, Teknik Komputer, Teknik Elektro. Fakultas Industri Halal dengan Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Agribisnis, Farmasi.

Fakultas Ekonomi dengan Prodi Manajemen dan Akuntasi. Dan terakhir Fakultas Pendidikan dengan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Guru Sekolah dasar. Sementara Rektor pertama UNU saat ini Prof. Purwo Santoso yang saat ini merupakan Guru besar UGM.

Sementara itu dalam sambutannya, Sa'id Aqil Siradj juga berharap NU Yogyakarta dapat menyusul ketertinggalan dari wilayah lainnya, khususnya kemajuan di sektor pendidikan. Sa'id Aqil juga menekankan bahwa warga NU mencintai Kebhinekaan.

"Saya sangat miris melihat ada sebuah masjid di Jakarta ada yang bertuliskan "Dilarang mensolatkan pendukung penista agama di masjid ini" dari tulisan tersebut saya sangat prihatin, Islam adalah agama yang damai yang menerima keberagaman semoga warga NU tidak seperti itu warga NU adalah warga yang mencintai kebhinekaan," kata Sa'id Aqil.

Peresmian ini dihadiri Ketua Umum NU KH.Said Aqil Siradj, Wakil Gubernur DIY Pakualaman ke X, Kapolda DIY Brigjen Ahmad Dofiri, Ketua PWNU DIY Prof. Nizar Ali. Dalam peresmian itu sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top