Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Universitas NU Yogyakarta resmi dibuka

Universitas NU Yogyakarta resmi dibuka

Jogja-KoPi| Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. Mohammad Nasir Ph.D, meresmikan Universitas Nadhlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Jum'at (10/3).

Prof . Dr. Nizar Ali Ketua PWNU DIY, menjelaskan UNU Yogyakarta sudah dirintis sejak masa kepimpinan Prof. Rochmat Wahab. Nizar Ali juga menjelaskan di semester kedua tahun 2017, UNU Yogyakarta sudah siap menerima mahasiswa baru.

"Semoga lahirnya UNU Yogya akan menandai arah pergerakan masa depan NU, baik untuk Yogya maupun Indonesia," jelas Nizar Ali saat peresmian UNU di Jalan Lowanu, Umbulharjo.

Sementara itu Menristek dikti, Mohammad Natsir menghimbau agar calon dosen S2 UNU perlu mengambil S3 untuk menambah ilmu dan pengetahuan dosen tersebut. Natsir juga menjelaskan perlu ada proses dan tahapan yang memakan waktu agar UNU sejajar dengan Universitas lainnya di Yogyakarta. Selain itu ia meminta bantuan pemerintah daerah membantu UNU dalam bidang infrastruktur.

"Saya mohon dari dukungan rakyat jogjakarta bisa membantu UNU Yogyakarta kedepannya bisa menjadikan universitas yang lebih baik dan melahirkan sarjana - sarjana yang berakhlak mulia sesuai dengan nilai nilai Islam," pinta Natsir.

UNU Yogyakarta memiliki lima fakultas dengan program studi berjumlah 11 prodi dan berjenjang Pendidikan S1. Lima Fakultas dan sebelas Prodi tersebut meliputi Fakultas Dirasah Islamiyyah dengan Prodi Dirasah Islamiyyah.

Fakultas Teknologi Informasi dengan Prodi Teknik Informatika, Teknik Komputer, Teknik Elektro. Fakultas Industri Halal dengan Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Agribisnis, Farmasi.

Fakultas Ekonomi dengan Prodi Manajemen dan Akuntasi. Dan terakhir Fakultas Pendidikan dengan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Guru Sekolah dasar. Sementara Rektor pertama UNU saat ini Prof. Purwo Santoso yang saat ini merupakan Guru besar UGM.

Sementara itu dalam sambutannya, Sa'id Aqil Siradj juga berharap NU Yogyakarta dapat menyusul ketertinggalan dari wilayah lainnya, khususnya kemajuan di sektor pendidikan. Sa'id Aqil juga menekankan bahwa warga NU mencintai Kebhinekaan.

"Saya sangat miris melihat ada sebuah masjid di Jakarta ada yang bertuliskan "Dilarang mensolatkan pendukung penista agama di masjid ini" dari tulisan tersebut saya sangat prihatin, Islam adalah agama yang damai yang menerima keberagaman semoga warga NU tidak seperti itu warga NU adalah warga yang mencintai kebhinekaan," kata Sa'id Aqil.

Peresmian ini dihadiri Ketua Umum NU KH.Said Aqil Siradj, Wakil Gubernur DIY Pakualaman ke X, Kapolda DIY Brigjen Ahmad Dofiri, Ketua PWNU DIY Prof. Nizar Ali. Dalam peresmian itu sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top