Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Unggas, kambing mampu bersaing dalam MEA

Unggas, kambing mampu bersaing dalam MEA

Jogjakarta-KoPi| Dinas Peternakan DIY telah mempersiapkan program unggulan guna menghadapi masyarakat bebas ASEAN (MEA). Program peningkatan produktivitas dan peningkatan segi kualitas.

Menurut Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Sutarno program produktivitas meliputi tiga langkah. Pertama, dengan pengembangan ternak lokal. ternak pilihan yang memiliki produktivitas tinggi. Produksi sapi dengan menikahkan sapi metal dengan sapi potong.

Kedua, dengan menikahkan kambing penghasil bibit dengan kambing bligon. Ketiga peningkatan kelompok unggas dengan. Ayam buras dan itik untuk menghasilkan telur.

“ Pengembangan unggas dengan menjadikan unggas sebagai plasma nutfah di DIY,” kata Sutarno.

Selain itu dinas turut mendampingi kelompok peternak dengan rangkaian pembinaan dan fasilitasi. Namun Sutarno mengakui belum semua kelompok peternak mendapat pembinaan. Dinas memiliki keterbatasan sumber daya untuk menngkover kelompok peternak yang ada. Seperti kelompok peternak sapi pun belum tersentuh semua, yang berjumlah 2000an kelompok se-DIY.

Sektor unggulan

Sutarno mengatakan dimulainya MEA saat ini tidak mengkhawatirkan komoditi lokal DIY. Sektor peternakan DIY unggas dan kambing mampu bersaing dengan komoditi luar negeri.

“ Unggas kita bagus, yang kambing juga belum bisa yang ngalahin,” jelas Sutarno.

Namun untuk daging sapi Sutarno belum memilki optimisme besar. Dia mempresikdi pemasaran daging lokal DIY nanti akan bersaing ketat dengan Thailand. Saat ini saja daging lokal sudah kesusahan dengan daging impor dari Australia.

|Winda Efanur FS|

back to top