Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

UNAIR Resmikan Rumah Sakit Khusus Infeksi Pertama di Indonesia

UNAIR Resmikan Rumah Sakit Khusus Infeksi Pertama di Indonesia
SURABAYA – KoPi | Universitas Airlangga kembali menorehkan prestasi di bidang kedokteran. Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) yang baru diresmikan pada Selasa (17/2) menjadi satu-satunya rumah sakit di Indonesia yang secara khusus menangani penyakit infeksi.
Rumah sakit yang sudah mengantongi ijin operasional sejak Desember 2014 tersebut merupakan amanah dari pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi, dan Kementerian Kesehatan. Untuk mendapatkan ijin operasional yang demikian, maka rumah sakit penyakit tropik infeksi UNAIR mengubah status menjadi rumah sakit khusus, bukan lagi memakai nama rumah sakit riset.
Ijin operasional yang memakan waktu sekitar enam tahun tersebut terkendala birokrasi, sebab tak ada regulasi yang mengatur tentang ijin operasional rumah sakit riset.
 
“Kinerja kita memprioritaskan riset. Kita buat bahan penelitian. Kita mendata dan menganalisa dengan baik. Kita temukan permasalahannya untuk diteliti. Pelaksanaannya riset. Tapi rumah sakit riset tidak bisa mengumandangkan sebagai riset karena undang-undangnya tidak ada. Dalam pelaksanaannya riset untuk infeksi,” ujar Direktur Utama RS Khusus Infeksi, Boerhan Hidayat.
 
Nantinya, para ahli kesehatan melayani pasien dengan penyakit-penyakit infeksi, seperti AIDS, Tubercolosis, Malaria, Demam Berdarah, dan penyakit lainnya.
 
“Kita sudah siap melayani pasien,” tutur Boerhan.
Terkait dengan ijin operasional, RSKI saat ini menjadi RS tipe B dan mendapatkan ijin sementara selama satu tahun. Ijin akan diperpanjang menjadi ijin resmi selama lima tahun.
 
Bangunan yang terdiri dari tujuh lantai ini memiliki banyak pelayanan. Dalam bidang rawat jalan, terdapat beberapa poli. Pertama, poli umum yang meliputi penyakit seperti panas, batuk, sesak, penyakit kuning, jamur, dll. Poli kedua untuk pencegahan penyakit, dan poli ketiga untuk konsultasi. Selain melayani rawat jalan, ada pula pelayanan ICU, rawat inap, dan fasilitas penunjang lainnya seperti radiologi.
 
Menurut Kepala Bidang Diklat RSKI dr Atoillah Isfandiari, pelayanan inilah yang membedakan RSKI dari rumah sakit lain. “Kami tidak hanya melayani orang yang menderita sakit, namun juga melayani orang sebelum sakit. Misalnya ketika seseorang akan melakukan suatu perjalanan ke luar negeri, kami menyediakan jasa layanan pencegahan penyakit ketika berada di luar negeri.” terangnya.
| Defrina S.S.
back to top