Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

UNAIR Resmikan Rumah Sakit Khusus Infeksi Pertama di Indonesia

UNAIR Resmikan Rumah Sakit Khusus Infeksi Pertama di Indonesia
SURABAYA – KoPi | Universitas Airlangga kembali menorehkan prestasi di bidang kedokteran. Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) yang baru diresmikan pada Selasa (17/2) menjadi satu-satunya rumah sakit di Indonesia yang secara khusus menangani penyakit infeksi.
Rumah sakit yang sudah mengantongi ijin operasional sejak Desember 2014 tersebut merupakan amanah dari pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi, dan Kementerian Kesehatan. Untuk mendapatkan ijin operasional yang demikian, maka rumah sakit penyakit tropik infeksi UNAIR mengubah status menjadi rumah sakit khusus, bukan lagi memakai nama rumah sakit riset.
Ijin operasional yang memakan waktu sekitar enam tahun tersebut terkendala birokrasi, sebab tak ada regulasi yang mengatur tentang ijin operasional rumah sakit riset.
 
“Kinerja kita memprioritaskan riset. Kita buat bahan penelitian. Kita mendata dan menganalisa dengan baik. Kita temukan permasalahannya untuk diteliti. Pelaksanaannya riset. Tapi rumah sakit riset tidak bisa mengumandangkan sebagai riset karena undang-undangnya tidak ada. Dalam pelaksanaannya riset untuk infeksi,” ujar Direktur Utama RS Khusus Infeksi, Boerhan Hidayat.
 
Nantinya, para ahli kesehatan melayani pasien dengan penyakit-penyakit infeksi, seperti AIDS, Tubercolosis, Malaria, Demam Berdarah, dan penyakit lainnya.
 
“Kita sudah siap melayani pasien,” tutur Boerhan.
Terkait dengan ijin operasional, RSKI saat ini menjadi RS tipe B dan mendapatkan ijin sementara selama satu tahun. Ijin akan diperpanjang menjadi ijin resmi selama lima tahun.
 
Bangunan yang terdiri dari tujuh lantai ini memiliki banyak pelayanan. Dalam bidang rawat jalan, terdapat beberapa poli. Pertama, poli umum yang meliputi penyakit seperti panas, batuk, sesak, penyakit kuning, jamur, dll. Poli kedua untuk pencegahan penyakit, dan poli ketiga untuk konsultasi. Selain melayani rawat jalan, ada pula pelayanan ICU, rawat inap, dan fasilitas penunjang lainnya seperti radiologi.
 
Menurut Kepala Bidang Diklat RSKI dr Atoillah Isfandiari, pelayanan inilah yang membedakan RSKI dari rumah sakit lain. “Kami tidak hanya melayani orang yang menderita sakit, namun juga melayani orang sebelum sakit. Misalnya ketika seseorang akan melakukan suatu perjalanan ke luar negeri, kami menyediakan jasa layanan pencegahan penyakit ketika berada di luar negeri.” terangnya.
| Defrina S.S.
back to top