Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

UNAIR Resmikan Rumah Sakit Khusus Infeksi Pertama di Indonesia

UNAIR Resmikan Rumah Sakit Khusus Infeksi Pertama di Indonesia
SURABAYA – KoPi | Universitas Airlangga kembali menorehkan prestasi di bidang kedokteran. Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) yang baru diresmikan pada Selasa (17/2) menjadi satu-satunya rumah sakit di Indonesia yang secara khusus menangani penyakit infeksi.
Rumah sakit yang sudah mengantongi ijin operasional sejak Desember 2014 tersebut merupakan amanah dari pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi, dan Kementerian Kesehatan. Untuk mendapatkan ijin operasional yang demikian, maka rumah sakit penyakit tropik infeksi UNAIR mengubah status menjadi rumah sakit khusus, bukan lagi memakai nama rumah sakit riset.
Ijin operasional yang memakan waktu sekitar enam tahun tersebut terkendala birokrasi, sebab tak ada regulasi yang mengatur tentang ijin operasional rumah sakit riset.
 
“Kinerja kita memprioritaskan riset. Kita buat bahan penelitian. Kita mendata dan menganalisa dengan baik. Kita temukan permasalahannya untuk diteliti. Pelaksanaannya riset. Tapi rumah sakit riset tidak bisa mengumandangkan sebagai riset karena undang-undangnya tidak ada. Dalam pelaksanaannya riset untuk infeksi,” ujar Direktur Utama RS Khusus Infeksi, Boerhan Hidayat.
 
Nantinya, para ahli kesehatan melayani pasien dengan penyakit-penyakit infeksi, seperti AIDS, Tubercolosis, Malaria, Demam Berdarah, dan penyakit lainnya.
 
“Kita sudah siap melayani pasien,” tutur Boerhan.
Terkait dengan ijin operasional, RSKI saat ini menjadi RS tipe B dan mendapatkan ijin sementara selama satu tahun. Ijin akan diperpanjang menjadi ijin resmi selama lima tahun.
 
Bangunan yang terdiri dari tujuh lantai ini memiliki banyak pelayanan. Dalam bidang rawat jalan, terdapat beberapa poli. Pertama, poli umum yang meliputi penyakit seperti panas, batuk, sesak, penyakit kuning, jamur, dll. Poli kedua untuk pencegahan penyakit, dan poli ketiga untuk konsultasi. Selain melayani rawat jalan, ada pula pelayanan ICU, rawat inap, dan fasilitas penunjang lainnya seperti radiologi.
 
Menurut Kepala Bidang Diklat RSKI dr Atoillah Isfandiari, pelayanan inilah yang membedakan RSKI dari rumah sakit lain. “Kami tidak hanya melayani orang yang menderita sakit, namun juga melayani orang sebelum sakit. Misalnya ketika seseorang akan melakukan suatu perjalanan ke luar negeri, kami menyediakan jasa layanan pencegahan penyakit ketika berada di luar negeri.” terangnya.
| Defrina S.S.
back to top