Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

UN online akan baik-baik saja

UN online akan baik-baik saja
Surabaya – KoPi | Jika melihat ketergesaan pada uji coba Ujian Nasional (UN) secara online di beberapa SMA dan SMK di Surabaya, patutlah muncul kekhawatiran mengenai pelaksanaan event tersebut. Siswa dan sekolah di Surabaya mengaku baru mendapat pemberitahuan mengenai teknis pelaksanaan ujian tersebut pada Februari lalu, atau 2 bulan sebelum UN.

 

Kekhawatiran utama adalah ketidakstabilan server yang dipakai. Maklum, jika server masih dalam kondisi rawan, ada kemungkinan data yang dimasukkan bisa hilang. Itu pula yang menjadi alasan mengapa Surabaya menjadi salah satu kota yang ditunjuk menjalani UN online pertama.

Mantan Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Daniel M. Rosyid mengatakan siswa tak perlu khawatir mengenai infrastruktur dan teknis pelaksanaan UN online. Ia yakin Kota Surabaya memiliki infrastruktur yang memadai untuk ujian tersebut. 

“Saya kira UN online di Surabaya untuk sekolah dengan prasaran IT yang cukup tidak akan bermasalah,” ujarnya kepada KoranOpini. 

Daniel mengatakan persoalannya bukan pada rincian teknisnya, tetapi pada ekosistem sosial budaya yang melingkupi praktik UN. Selama ini UN selalu menjadi ajang kebanggan bagi sekolah, sehingga membebani siswa karena siswa dipatok standar yang tinggi.

“Selama UN online tidak menentukan kelulusan dan tidak diposisikan sebagai taruhan besar bagi anak, guru, dan sekolah, saya kira UN online akan baik-baik saja,” ungkapnya.

 

back to top