Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

UN online akan baik-baik saja

UN online akan baik-baik saja
Surabaya – KoPi | Jika melihat ketergesaan pada uji coba Ujian Nasional (UN) secara online di beberapa SMA dan SMK di Surabaya, patutlah muncul kekhawatiran mengenai pelaksanaan event tersebut. Siswa dan sekolah di Surabaya mengaku baru mendapat pemberitahuan mengenai teknis pelaksanaan ujian tersebut pada Februari lalu, atau 2 bulan sebelum UN.

 

Kekhawatiran utama adalah ketidakstabilan server yang dipakai. Maklum, jika server masih dalam kondisi rawan, ada kemungkinan data yang dimasukkan bisa hilang. Itu pula yang menjadi alasan mengapa Surabaya menjadi salah satu kota yang ditunjuk menjalani UN online pertama.

Mantan Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Daniel M. Rosyid mengatakan siswa tak perlu khawatir mengenai infrastruktur dan teknis pelaksanaan UN online. Ia yakin Kota Surabaya memiliki infrastruktur yang memadai untuk ujian tersebut. 

“Saya kira UN online di Surabaya untuk sekolah dengan prasaran IT yang cukup tidak akan bermasalah,” ujarnya kepada KoranOpini. 

Daniel mengatakan persoalannya bukan pada rincian teknisnya, tetapi pada ekosistem sosial budaya yang melingkupi praktik UN. Selama ini UN selalu menjadi ajang kebanggan bagi sekolah, sehingga membebani siswa karena siswa dipatok standar yang tinggi.

“Selama UN online tidak menentukan kelulusan dan tidak diposisikan sebagai taruhan besar bagi anak, guru, dan sekolah, saya kira UN online akan baik-baik saja,” ungkapnya.

 

back to top