Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

UMKM butuh keseriusan pemerintah

Bu Darmaningsih Bu Darmaningsih

Jogjakarta-KoPi| Setiap harinya kota Jogja menyumbang sekitar 100 ton sampah. Sampah terdiri dari dari sampah organik dan anorganik. Penanggulangan sampah tersebut 90% dibuang ke tempat pembungan akhir. Hanya sekitar 10 % saja sampah yang dimanfaatkan kembali.

Melihat fakta tersebut salah seorang ibu rumah tangga, Darmaningsih (48) mendaur ulang sampah menjadi barang ekonomis. Darma anggota aktif UMKM Kraton menghabiskan kesehariannya untuk mengrajin sampah.

Dia memulai aktivitasnya sejak pagi hingga malam. Keluarganya pun turut membantu untuk sekedar memasang pernak-pernik sederhana. “Saya tahu kalau sampah plastik yang paling susah hancur, saya mengkreasikan sampah-sampah kresek,” ujar Darma.

Darma fokus membuat suvenir dari plastik kresek dengan metode rajut. Produk-produk yang dihasilkan seperti tas, gantungan kunci, sepatu, baju, bross. Harga setiap produk bervariasi dari harga Rp 5.000,00 seperti bross hingga boneka barbie seharga Rp 100.000,00.

Dalam mengawali usaha ini Darma mengeluarkan modal sangat kecil, modal hanya untuk membeli bahan tambahan. Usahanya sudah berlangsung sejak tahun 2014 lalu.

“Plastik kreseknya dapat dari tetangga, mereka ga mau dibayar, biasanya kalau sudah jadi saya kasih anaknya bross atau boneka hasilnya”, ungkap Darma.

Atas keuletannya Darma sering menjadi fasilitator kerajinan tangan untuk sekolah dasar, pelatihan UMKM kecamatan hingga pelatihan di universitas.

Meski terlihat sempurna, namun Darma juga mengungkapkan ke depan pihak Dinas Perindustrian dan Koperasi mendorong secara penuh usaha UMKM masyarakat.

“Waktu saya jaga pameran di Alun-Alun, pas ada tamu walikota dari luar itu oleh-olehnya dapat dari luar, kita inginnya waktu itu suvenir buat walikota dari produk-produk kita. Kalau hitungan beli satu bross kan lumayan," papar Darma. |Winda Efanur FS|

back to top