Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

UMKM butuh keseriusan pemerintah

Bu Darmaningsih Bu Darmaningsih

Jogjakarta-KoPi| Setiap harinya kota Jogja menyumbang sekitar 100 ton sampah. Sampah terdiri dari dari sampah organik dan anorganik. Penanggulangan sampah tersebut 90% dibuang ke tempat pembungan akhir. Hanya sekitar 10 % saja sampah yang dimanfaatkan kembali.

Melihat fakta tersebut salah seorang ibu rumah tangga, Darmaningsih (48) mendaur ulang sampah menjadi barang ekonomis. Darma anggota aktif UMKM Kraton menghabiskan kesehariannya untuk mengrajin sampah.

Dia memulai aktivitasnya sejak pagi hingga malam. Keluarganya pun turut membantu untuk sekedar memasang pernak-pernik sederhana. “Saya tahu kalau sampah plastik yang paling susah hancur, saya mengkreasikan sampah-sampah kresek,” ujar Darma.

Darma fokus membuat suvenir dari plastik kresek dengan metode rajut. Produk-produk yang dihasilkan seperti tas, gantungan kunci, sepatu, baju, bross. Harga setiap produk bervariasi dari harga Rp 5.000,00 seperti bross hingga boneka barbie seharga Rp 100.000,00.

Dalam mengawali usaha ini Darma mengeluarkan modal sangat kecil, modal hanya untuk membeli bahan tambahan. Usahanya sudah berlangsung sejak tahun 2014 lalu.

“Plastik kreseknya dapat dari tetangga, mereka ga mau dibayar, biasanya kalau sudah jadi saya kasih anaknya bross atau boneka hasilnya”, ungkap Darma.

Atas keuletannya Darma sering menjadi fasilitator kerajinan tangan untuk sekolah dasar, pelatihan UMKM kecamatan hingga pelatihan di universitas.

Meski terlihat sempurna, namun Darma juga mengungkapkan ke depan pihak Dinas Perindustrian dan Koperasi mendorong secara penuh usaha UMKM masyarakat.

“Waktu saya jaga pameran di Alun-Alun, pas ada tamu walikota dari luar itu oleh-olehnya dapat dari luar, kita inginnya waktu itu suvenir buat walikota dari produk-produk kita. Kalau hitungan beli satu bross kan lumayan," papar Darma. |Winda Efanur FS|

back to top