Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Ulama dan Pesantren Jadi Basis Gerakan Anti Korupsi

Ulama dan Pesantren Jadi Basis Gerakan Anti Korupsi

Jogjakarta-KoPi| Alim Ulama Nusantara mengeluarkan fatwa tentang pencegahan dan pemberantasan korupsi di Hotel Santika, Jogjakarta pukul 10.00 Wib. Fatwa berdasarkan hasil dari Halaqah Alim Ulama yang terdiri dari 30 alim ulama se-Indonesia.

Menurut Alissa Wahid korupsi sudah menjadi persoalan akut kebangsaan. Dirinya beserta pemuada jaringan Gusdurian terpanggil untuk melibatkan diri memberantas korupsi di Indonesia. Upaya mendorong pemberantasan korupsi bagi Alissa harus senantiasa mendapat dukungan pasalnya banyak pihak yang terus menekan gerakan anti korupsi.

“Aktivis PMII sering mendapat tekanan, bahkan ini bisa mengarah pada kriminalisasi. Karena itulah jaringan Gusdurian menggagas gerakan di kalangan pesantren dan para Nahdliyin membangun gerakan pesantren anti korupsi,” papar Alissa.

Peran pesantren akan menjadi basis anti korupsi. Para ulama dan kyai juga berperan menekankan ajaran moral, etika kepada masyarakat mengenai pentingnya pemberantasan korupsi.

“Para alim ulama memberikan basis atau dasar secara teologis kepada masyarakat. Untuk memberantas korupsi sekaligus ini menjadi suara moral, hal ini menyangkut etika sosial dan moral. Sehingga para ulama, para nyai bisa menjadi pelopor pelaku anti korupsi”, papar Putri Gusdur ini.

Konteks lapangan nanti pesantren akan memasukan ajaran atau kurikulum khusus mengenai “Gerakan Pesantren Anti Korupsi”. Selanjutnya, pada bulan Agustus nanti akan diluncurkan gerakan Laskar Santri Anti Korupsi di beberapa kota.|Winda Efanur FS|

back to top