Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Ulama dan Pesantren Jadi Basis Gerakan Anti Korupsi

Ulama dan Pesantren Jadi Basis Gerakan Anti Korupsi

Jogjakarta-KoPi| Alim Ulama Nusantara mengeluarkan fatwa tentang pencegahan dan pemberantasan korupsi di Hotel Santika, Jogjakarta pukul 10.00 Wib. Fatwa berdasarkan hasil dari Halaqah Alim Ulama yang terdiri dari 30 alim ulama se-Indonesia.

Menurut Alissa Wahid korupsi sudah menjadi persoalan akut kebangsaan. Dirinya beserta pemuada jaringan Gusdurian terpanggil untuk melibatkan diri memberantas korupsi di Indonesia. Upaya mendorong pemberantasan korupsi bagi Alissa harus senantiasa mendapat dukungan pasalnya banyak pihak yang terus menekan gerakan anti korupsi.

“Aktivis PMII sering mendapat tekanan, bahkan ini bisa mengarah pada kriminalisasi. Karena itulah jaringan Gusdurian menggagas gerakan di kalangan pesantren dan para Nahdliyin membangun gerakan pesantren anti korupsi,” papar Alissa.

Peran pesantren akan menjadi basis anti korupsi. Para ulama dan kyai juga berperan menekankan ajaran moral, etika kepada masyarakat mengenai pentingnya pemberantasan korupsi.

“Para alim ulama memberikan basis atau dasar secara teologis kepada masyarakat. Untuk memberantas korupsi sekaligus ini menjadi suara moral, hal ini menyangkut etika sosial dan moral. Sehingga para ulama, para nyai bisa menjadi pelopor pelaku anti korupsi”, papar Putri Gusdur ini.

Konteks lapangan nanti pesantren akan memasukan ajaran atau kurikulum khusus mengenai “Gerakan Pesantren Anti Korupsi”. Selanjutnya, pada bulan Agustus nanti akan diluncurkan gerakan Laskar Santri Anti Korupsi di beberapa kota.|Winda Efanur FS|

back to top