Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Ulama dan Pesantren Jadi Basis Gerakan Anti Korupsi

Ulama dan Pesantren Jadi Basis Gerakan Anti Korupsi

Jogjakarta-KoPi| Alim Ulama Nusantara mengeluarkan fatwa tentang pencegahan dan pemberantasan korupsi di Hotel Santika, Jogjakarta pukul 10.00 Wib. Fatwa berdasarkan hasil dari Halaqah Alim Ulama yang terdiri dari 30 alim ulama se-Indonesia.

Menurut Alissa Wahid korupsi sudah menjadi persoalan akut kebangsaan. Dirinya beserta pemuada jaringan Gusdurian terpanggil untuk melibatkan diri memberantas korupsi di Indonesia. Upaya mendorong pemberantasan korupsi bagi Alissa harus senantiasa mendapat dukungan pasalnya banyak pihak yang terus menekan gerakan anti korupsi.

“Aktivis PMII sering mendapat tekanan, bahkan ini bisa mengarah pada kriminalisasi. Karena itulah jaringan Gusdurian menggagas gerakan di kalangan pesantren dan para Nahdliyin membangun gerakan pesantren anti korupsi,” papar Alissa.

Peran pesantren akan menjadi basis anti korupsi. Para ulama dan kyai juga berperan menekankan ajaran moral, etika kepada masyarakat mengenai pentingnya pemberantasan korupsi.

“Para alim ulama memberikan basis atau dasar secara teologis kepada masyarakat. Untuk memberantas korupsi sekaligus ini menjadi suara moral, hal ini menyangkut etika sosial dan moral. Sehingga para ulama, para nyai bisa menjadi pelopor pelaku anti korupsi”, papar Putri Gusdur ini.

Konteks lapangan nanti pesantren akan memasukan ajaran atau kurikulum khusus mengenai “Gerakan Pesantren Anti Korupsi”. Selanjutnya, pada bulan Agustus nanti akan diluncurkan gerakan Laskar Santri Anti Korupsi di beberapa kota.|Winda Efanur FS|

back to top