Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

UGM memperingatkan potensi longsor di Kulon Progo dan Gunung Kidul

UGM memperingatkan potensi longsor di Kulon Progo dan Gunung Kidul

Sleman-KoPi| Pakar Geologis UGM, Danang Sri Hadmoko, memperingatkan masyarakat sekitar perbukitan Kulon Progo dan Gunungkidul agar waspada terhadap bencana longsor.

Danang menjelaskan area tersebut memili tingkat kemiringan lebih dari 30 derajat serta jenis tanah yang lapuk dan kembang kerut. Kdua ciri-ciri tersebut sudah ditemukan di sekitar perbukitas Suroloyo dan Gunung Kidul.

“Banyak daerah di Gunung Kidul yang rawan longsor, jenis tanahnya sendiri lapuk dan kembang kerut, saat musim kemarau tanah tersebut mengkerut dan banyak retak dan saat hujan,air akan masuk ke tanah retak tersebut dan mengembang,namun proses mengembang itu tidak secepat air ini masuk,”ujarnya saat di wawancarai di UGM, Selasa (11/4).

Dari temuan ini, Danang menyimpulkan daerah tersebut masuk kategori rawan bencana longsor. Menurut Danang untuk mengantisipasi bencana tersebut, masyarakat dapat memperhatikan struktur tanah di wilayah tersebut.

"Cara yang dilakukan seperti membangun rumah di lereng yang landai dan mengurangi penggunaan lahan pertanian secara intensif di daerah rawan longsor. Kita perlu melihat tempat-tempat yang secara struktur geologi aman. Kita cari struktur geologi pelapisan tanahnya berlawanan dengan lereng yang miring, supaya saling menguatakan seperti membangun di lereng yang lebih datar,” jelasnya.

Saat ini UGM sudah menyiapkan dua langkah mitigasi bencana longsor untuk wilayah Kulonprogo dan Gunungkidul. Salah satu langkah mitigasinya berupa mitigasi struktural dengan cara pembangunan DAM, pemasangan papan peringatan, dan pemasangan early warning system bencana longsor .

“Inti dari mitigasi ini semua sama yaitu agar lereng tidak terbebani pada beban di atasnya seperti bangunan dan tanaman, kunci penanganan terbaik adalah manajemen air yang baik di wilayah rawan bencana,” jelasnya

Selain itu, Danang juga menjelaskan pentingnya mitigasi non-strukutral yaitu melalui edukasi kepada masyarakat. Ia meminta kepada masyarakat bersabar dan waspada jika ada peringatan bencana longsor lewat sistem Early Warning.|Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top