Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

Sleman-KoPi | Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM menggulirkan informasi kebencanaan baru berupa aplikasi mobile GOTRO (Gotong Royong) yang dapat digunakan untuk situasi pengungsi korban bencana. Aplikasi ini dibuat untuk memberikan informasi terkait kebencanaan hampir disemua sisi. 

 

Ketua tim pengembang GOTRO, Dr. M. Anggri Setiawan, M.Sc., menuturkan pembuatan aplikasi ini merespon dari aplikasi informasi bencana saat ini yang dirasa kurang mendetail. Pasalnya, aplikasi lain hanya menghadirkan informasi secara umum kejadian bencana dan kurang mendetailkan para pengungsi korban bencana.

”Selama ini informasi pengungsi belum tersampaikan dengan baik, kebanyakan fokus pada korban saja. Karenanya GOTRO hadir untuk melengkapi aplikasi kebencanaan yang telah ada, terutama prosedur pendistribusian logistik bagi para pengungsi untuk mendukung manajemen tanggap darurat berbasis masyarakat yang lebih efektif dan efisien," urainya di Kantor Humas UGM, Jum'at (18/5).

Anggri menyebutkan kebutuhan para pengungsi yang sangat dinamis terkadang belum dapat terpenuhi sepenuhnya dari ketersediaan logistik yang ada. Ditambah lagi jika mereka harus tinggal lebih lama di dalam posko-posko pengungsian. 

”Tantangan utama aplikasi ini adalah harus dapat bekerja pada skala nasional, tetapi bisa memberikan informasi yang detail terhadap dinamika pengungsi di setiap posko bencana,” papar Anggri.

Anggri menjelaskan aplikasi GOTRO berisikan berbagai informasi terkait perkembangan kondisi posko pengungsian korban bencana. Informasi yang bisa didapatkan berupa informasi pengungsi meliputi usia, jenis kelamin, kondisi, dan jumlah pengungsi. Selain itu , Aplikasi GOTRO juga berisikan informasi seperti kebutuhan logistik, tenaga kesehatan dan psikolog, serta menu donasi. 

Aplikasi Gotro sendiri memiliki tiga menu utama yaitu informasi bencana, posko, dan donasi. Menu infromasi bencana menampilkan foto-foto kejadian bencana hasil unggahan relawan, pengungsi, serta informasi korban meninggal dunia dan luka-luka.

Sementara pada menu donasi disediakan dua pilihan untuk membantu para pengungsi yaitu berbentuk barang yang merujuk pada daftar kebutuhan di setiap posko dan dana sosial. 

Selanjutnya, dalam menu posko menampilkan lokasi setiap posko yang dapat dilihat langsung dalam Google map. Aplikasi ini juga memungkinkan adanya pilihan penambahan titik posko sesuai kondisi di lapangan. 

"Saat ini kita terus melakukan pengembangan program dan rencana menggandeng kerja sama dengan ekspedisi dan bank untuk pengiriman barang dan transfer dana,” tutur Anggri.

GOTRO dikembangkan sejak awal 2018 dengan tiga sub sistem yakni GOTRO Relawan, Admin, dan GOTRO Masyarakat. Cara kerja aplikasi ini dimulai dari pemutakhiran laporan kondisi posko bencana dari relawan melalui aplikasi GOTRO Relawan yang sudah terverifikasi oleh sistem admin. Berikutnya, masyarakat yang telah menginstal aplikasi ini akan memperoleh notifikasi dan bisa memilih jenis serta jumlah bantuan yang akan dikirim. 

Jenis bantuan dapat berupa barang-barang kebutuhan pengungsi maupun dana sosuai. Masyarakat yang akan memberikan bantuan juga akan diverifikasi terlebih dahulu oleh admin. 

Dengan aplikasi ini, Anggri mengatakan informasi kebencanaan bisa lebih cepat Diberitahu masyarakat luas karena pelibatan relawan sebagai responden lokal yang tersebar di berbagai daerah Indonesia. Setelah informasi yang diberikan dan terunggah dalam sistem, maka masyarakat pengguna GOTRO akan dikeluarkan untuk melihat bencana di Indonesia. Masyarakat dapat mengurutkan informasi kebencanaan berdasarkan bencana terbaru, terdekat, dan Spesifik pada kota yang terdampak. 

GOTRO telah merilis pada Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Ahli Bencana ke 5 di Padang, 1-4 Mei 2018 yang dihadiri Presiden Joko Widodo. Aplikasi ini sudah bisa diunduh gratis di play store.

"Aplikasi GOTRO ini gratis dan dapat diunduh oleh siapa saja melalui play store," pungkasnya. 

back to top