Menu
Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Prev Next

UAJY Pemenang Dana Kemitraan Riset RI-UK

UAJY Pemenang Dana Kemitraan Riset RI-UK

Jakarta-KoPi| Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menunjukkan komitmennya dalam kerjasama di bidang pengembangan riset dan publikasi internasional ketika dosen UAJY memenangkan hibah Kemitraan Riset dua negara antara Pemerintah Indonesia dan Inggris.

Menurut Rektor UAJY, Dr. Gregorius Sri Nurhartanto, S.H., LL.M., Dosen UAJY sebagai pengajar dan peneliti selalu didorong untuk mengikuti kompetisi dana hibah penelitian dan publikasi internasional. Selain sebagai pelayanan terhadap mahasiswa dengan memberikan yang terbaik dan pengembangan keilmuan dosen itu sendiri, prestasi ini juga bermakna penting bagi proses akselerasi bagi UAJY untuk menuju World Class University (WCU).

Dana riset yang dimenangkan oleh Dr. Gregoria Arum Yudarwati, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UAJY, ini berasal dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bersama Pemerintah Inggris yang pada Rabu (23/3) meresmikan kemitraan penguatan dan pendanaan riset dan invovasi bersama dengan nama UK-Indonesia Science &Technology Fund. Peresmian ini dihadiri oleh Menristek, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Direktur British Council.

Kemitraan ini bertujuan membawa kegiatan riset di Indonesia ke tataran internasional, sekaligus memperkuat peran sains dan teknologi dalam menunjang pembangunan.

“Indonesia memiliki visi untuk menjadi kekuatan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan. Kerjasama strategis dengan mitra international seperti Inggris melalui skema seperti ini akan mendorong percepatan terwujudnya visi tersebut,” Menteri Ristek, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengungkapkan kepada media.

Dalam peresmian tersebut Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, menambahkan, “Pemerintah Inggris berkomitmen untuk menganggarkan 10 juta poundsterling sampai tahun 2021 demi mendukung pengembangan dan penguatan riset dan inovasi di Indonesia.”

Salah satu bentuk kegiatan UK-Indonesia Science & Technology Fund adalah pemberian dana hibah penelitian Institutional Links kepada 7 kemitraan riset RI-UK terpilih dan dana penyelenggaraan lokakarya peneliti Reseracher Links yang diberikan kepada 5 insitusi terpilih. Proses seleksi bersama telah dilakukan mulai pertengahan tahun 2015. Total pendanaan dari kegiatan yang dijalankan melalui British Council ini berjumlah 750.000 poundsterling atau sekitar 14,8 milyar rupiah.

Yudarwati dari UAJY terpilih menjadi penerima dana Institutional Links dan bermitra riset dengan Profesor Anne Gregory dari University of Huddersfield yang berlokasi di West Yorskhire, Inggris. Topik penelitiannya adalah “Transitions towards Renewable Energy Based Communities: A strategic communication and community engagement approach to the Indonesian energy self-sufficient villages project”.

Proses penelitian ini sesuai seperti yang diungkapkan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik.

“Kami di Inggris memiliki budaya riset dan inovasi yang sudah mengakar, Indonesia juga memiliki potensi penelitian yang sangat besar. Pemerintah Inggris berharap komunitas peneliti di kedua negara dapat saling mengisi dan saling belajar.”

Kegiatan Institutional Links dan Researcher Links akan diselenggarakan setiap tahun oleh British Council dan Kemenristekdikti. Kesempatan selanjutnya akan dibuka pada bulan April 2016.

back to top