Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

UAJY menuai prestasi: 8 Doktor baru dan 12 kemenangan mahasiswa

UAJY menuai prestasi: 8 Doktor baru dan 12 kemenangan mahasiswa

Jogja-KoPi| Sebanyak sembilan orang staf pengajar dari berbagai fakultas di Universitas Atma Jaya Yogyakarta berhasil meraih gelar doktor pada tahun 2015 dengan kredibilitas kepakarannya masing-masing.

Dalam acara “Meet Our Fresh Doctors” Jumat, 04 Desember 2015 pukul 14.00 WIB bertempat di Student Lounge, Gedung Thomas Aquinas, Kampus 2, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, para doktor baru akan memaparkan informasi terkait dengan disertasi yang dilakukan serta kepakaran yang dimiliki selama menempuh pendidikan doktor baik di dalam maupun di luar negeri.

Pemaparan hasil penelitian doktor baru ini bertujuan untuk menginformasikan kompetensi dan keahlian masing-masing pengajar.

Adapun nama doktor lulusan 2015 adalah:

1. Dr. Wibowo Suliantoro B., M.Hum.
Dengan judul disertasi: "Etika Ekofeminis Vandana Shiva dan Karen J. Warren Sebagai landasan Untuk Merekonstruksi Etika Lingkungan di Indonesia (Studi
Kasus Pengelolaan Hutan Wonosadi di Kabupaten Gunung Kidul)” mendapatkan
gelar doktor dari Universitas Gadjah Mada.

2. Ines Septi Arsiningtyas, Ph.D., Apt.
Dengan judul disertasi: “Search for a-glucosidase Inhibitors from Indonesian Indigenous Plants” mendapatkan gelar doktor dari Universitas Hokkaido, Jepang.

3. R.A. Vita N.P.A., M.Hum, Ph.D.
Dengan judul disertasi: “Transformations in Urban Contexts: Asian-Australian Women’s Writing” mendapatkan gelar doktor dari Monash University, Australia.

4. Meylani Yo, S.Sos, M.Comms, Ph.D.
Dengan judul disertasi: “From Exclusion to Agency in Papua: Pagar Adat Papua (the Papuan Customary Framework) as a Culture-Centred Approach to HIV and AIDS Communication” mendapatkan gelar doktor dari Deakin University, Australia.

5. Dr. Ir. Wulfram Indri Ervianto, M.T.
Dengan judul disertasi: “Pengembangan Model Assessment Green Construction Pada Proses Konstruksi Proyek Gedung di Indonesia” mendapatkan gelar doktor
dari Institut Teknologi Bandung.


6. Dr. Anny Retnowati, S.H., M.Hum.
Dengan judul disertasi: “Rekonstruksi Penyidikan Terhadap Dugaaan Malpraktik Rumah Sakit Berdasarkan Prinsip Keadilan dan Perlindungan Hukum”
mendapatkan gelar doktor dari Universitas Negeri Surakarta.

7. Dr. Yoachim Agus Tridiatno, M.A.
Dengan judul disertasi: “Survivors of the Solot Riot and Their Expressions of Forgiveness: A Critical Discourses Analysis” mendapatkan gelar doktor dari Universitas Gadjah Mada.

8. Dr. Ir. Harijanto Setiawan, M.Eng.
Dengan judul disertasi: “Corporate Entrepreneurship Capability Model for Contractors” di Heriot Watt University, Inggris.

Dengan adanya para doktor baru tersebut UAJY diperkaya dengan para ahli yang bermanfaat bagi masyarakat luas maupun proses belajar mengajar. Seperti yang diungkapkan oleh Agus Tridiatno yang mengambil kepakaran studi tentang Agama, “Penelitian ini sebagai pijakan untuk melakukan langkah-langkah rekonsiliasi, sebab memaafkan merupakan tahap yang penting untuk menuju rekonsiliasi dan perdamaian. Ini tentu sangat berguna bila diaplikasikan di zaman sekarang yang rawan terhadap konflik.”

Pada program studi Teknik Sipil, UAJY memiliki doktor yang kepakarannya merupakan satu-satunya di Indonesia. Wulfram Indri Ervianto dengan kepakaran pada proses konstruksi yang mengungkapkan, “Kita harus tetap membangun tetapi kita juga harus hidup dengan layak dan dalam hal ini menuntut kita untuk tawar menawar dengan lingkungan. Munculah pendekatan sustainability.

Hal ini diharapkan semua aspek akan terus berlanjut, salah satu dari sustainability adalah green (penghijauan) hal tersebutlah yang saya kembangkan khusus untuk proses konstruksi karena selama ini di Indonesia bahkan di beberapa negara pun belum ada instrumen untuk mengukur seberapa lama lingkungan sebuah proses konstruksi”. Yang menarik dari proses menjadi doktor lulusan ITB ini adalah pengalaman jatuh bangunnya seperti kehilangan 5 laptop, dirampok, dan tempaan-tempaan lainnya hingga beliau berhasil lulus dan mendapat gelar doktor.

Pengalaman jatuh bangun juga dialami oleh Meylani Yo, doktor lulusan Deakin University, Australia, ini mengalami penolakan dari responden penelitiannya. Apalagi isu yang diangkat menyangkut HIV sehingga ia harus berkunjung ke lokalisasi dan melakukan penelitian di daerah rawan konflik di Papua.

back to top