Menu
Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

Prev Next

Twitter sekarang dapat melacak aplikasi yang diinstal

Twitter sekarang dapat melacak aplikasi yang diinstal Getty Images

KoPi| Twitter sekarang dapat melacak aplikasi apa saja yang diinstal oleh para pengguna twitter di perangkat mobile mereka, sehingga dapat dengan mudah melacak konten yang digunakan oleh pengguna dan mengiklankan produk.

Twitter Inc. Mengatakan bahwa pengguna akan menerima pemberitahuan jika pengaturan diaktifkan dan dapat menonaktifkan kembali dengan menggunakan pengaturan ponsel mereka. Pada iPhone, pengaturan ini disebut “limit ad tracking”. Pada ponsel Android disebut “opt out of interest-based ads”.

Inovasi ini hanya dapat melihat aplikasi apa saja yang diinstal oleh pengguna, bukan data yang ada di dalamnya. Inovasi ini tidak akan menampilkan daftar para pengguna yang telah menonaktifkan penargetan iklan di ponsel mereka sebelumnya.

Pembaruan ini telah menimbulkan banyak protes di Twitter.

Selain iklan, Twitter mengatakan bahwa mengetahui aplikasi apa saja yang telah diinstal dapat meningkatkan saran pada akun apa saja yang dapat diikuti dan menambahkan konten yang relevan untuk timeline mereka, yang tentu saja bukan iklan.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Pew Research Center baru-baru ini menemukan bahwa orang kadang memiliki pandangan yang saling bertentangan mengenai privasi. Berdasarkan jajak pendapat ini, sekitar 80% dari pengguna situs jejaring sosial mengkhawatirkan adanya pihak ketiga, seperti pengiklanan dan mengakses data yang saling mereka tukarkan di situs. Sedangkan sebagian yang lain, kebanyakan dari mereka bersedia untuk diekspos informasi tentang diri mereka yang ditukar dengan menggunakan layanan tersebut secara gratis dan bebas. |news.com.au|Deby Rahmayanti|

back to top