Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Twitter sekarang dapat melacak aplikasi yang diinstal

Twitter sekarang dapat melacak aplikasi yang diinstal Getty Images

KoPi| Twitter sekarang dapat melacak aplikasi apa saja yang diinstal oleh para pengguna twitter di perangkat mobile mereka, sehingga dapat dengan mudah melacak konten yang digunakan oleh pengguna dan mengiklankan produk.

Twitter Inc. Mengatakan bahwa pengguna akan menerima pemberitahuan jika pengaturan diaktifkan dan dapat menonaktifkan kembali dengan menggunakan pengaturan ponsel mereka. Pada iPhone, pengaturan ini disebut “limit ad tracking”. Pada ponsel Android disebut “opt out of interest-based ads”.

Inovasi ini hanya dapat melihat aplikasi apa saja yang diinstal oleh pengguna, bukan data yang ada di dalamnya. Inovasi ini tidak akan menampilkan daftar para pengguna yang telah menonaktifkan penargetan iklan di ponsel mereka sebelumnya.

Pembaruan ini telah menimbulkan banyak protes di Twitter.

Selain iklan, Twitter mengatakan bahwa mengetahui aplikasi apa saja yang telah diinstal dapat meningkatkan saran pada akun apa saja yang dapat diikuti dan menambahkan konten yang relevan untuk timeline mereka, yang tentu saja bukan iklan.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Pew Research Center baru-baru ini menemukan bahwa orang kadang memiliki pandangan yang saling bertentangan mengenai privasi. Berdasarkan jajak pendapat ini, sekitar 80% dari pengguna situs jejaring sosial mengkhawatirkan adanya pihak ketiga, seperti pengiklanan dan mengakses data yang saling mereka tukarkan di situs. Sedangkan sebagian yang lain, kebanyakan dari mereka bersedia untuk diekspos informasi tentang diri mereka yang ditukar dengan menggunakan layanan tersebut secara gratis dan bebas. |news.com.au|Deby Rahmayanti|

back to top