Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Turunnya nilai rupiah tidak berdampak pada masyarakat Jogja

Transaksi di money changer 'Mulia', Hotel Inna Garuda Transaksi di money changer 'Mulia', Hotel Inna Garuda

Jogjakarta-KoPi | Sudah tiga hari sejak nilai tukar rupiah merosot hingga menembus angka Rp 14.000. Turunnya nilai rupiah terhadap dollar dikhawatirkan akan berdampak langsung terhadap aktivitas perekonomian masyarakat.

Namun menurut perwakilan BI Jogja, Arif Budi Santosa kondisi melemahnya rupiah saat ini tidak perlu dikhawatirkan masyarakat Jogjakarta. Pasalnya di Jogjakarta tidak memiliki banyak perusahaan skala besar.

“Untuk produk-produk bahan baku impor pasti kena dampak, seperti kulit, batik yang pewarnanya dari import, kalau perusahaan besar seperti itu iya kena,” tutur saat ditemui di kantor BI Jogja pukul 12.00 WIB.

Selain itu perusahaan-perusahaan di Jogja tidak memilki hutang luar negeri. Hal ini menguatkan Jogja tidak terkena dampak dari kenaikan rendahnya nilai rupiah.

Budi juga menjelaskan turunnya nilai rupiah saat ini tidak lebih parah dari krisis tahun 1998. Melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih 4,7%, inflasi sekitar 2 %, dan neraca transaki berjalan masih surplus.

“Secara fundamental ekonomi masih bagus dibandingkan tahun 1998 yang lalu,” jelas Budi.

Sementara dengan turunnya nilai rupiah terhadap dollar AS berdampak pada meningatnya aktivitas money charger. Menurut pimpinan money charger Mulia Hotel Inna Garuda, Budi Waluyo turunnya rupiah berkah bagi tamu mancanegara.

“Biasanya yang ditukarkan kalau dulu sekitar U$ 100.000 atau sekitar 1,2 milyar hingga 1,3 milyar sekarang 1,4 milyar,” tutur Budi. |Winda Efanur FS|

back to top