Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Turunnya nilai rupiah tidak berdampak pada masyarakat Jogja

Transaksi di money changer 'Mulia', Hotel Inna Garuda Transaksi di money changer 'Mulia', Hotel Inna Garuda

Jogjakarta-KoPi | Sudah tiga hari sejak nilai tukar rupiah merosot hingga menembus angka Rp 14.000. Turunnya nilai rupiah terhadap dollar dikhawatirkan akan berdampak langsung terhadap aktivitas perekonomian masyarakat.

Namun menurut perwakilan BI Jogja, Arif Budi Santosa kondisi melemahnya rupiah saat ini tidak perlu dikhawatirkan masyarakat Jogjakarta. Pasalnya di Jogjakarta tidak memiliki banyak perusahaan skala besar.

“Untuk produk-produk bahan baku impor pasti kena dampak, seperti kulit, batik yang pewarnanya dari import, kalau perusahaan besar seperti itu iya kena,” tutur saat ditemui di kantor BI Jogja pukul 12.00 WIB.

Selain itu perusahaan-perusahaan di Jogja tidak memilki hutang luar negeri. Hal ini menguatkan Jogja tidak terkena dampak dari kenaikan rendahnya nilai rupiah.

Budi juga menjelaskan turunnya nilai rupiah saat ini tidak lebih parah dari krisis tahun 1998. Melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih 4,7%, inflasi sekitar 2 %, dan neraca transaki berjalan masih surplus.

“Secara fundamental ekonomi masih bagus dibandingkan tahun 1998 yang lalu,” jelas Budi.

Sementara dengan turunnya nilai rupiah terhadap dollar AS berdampak pada meningatnya aktivitas money charger. Menurut pimpinan money charger Mulia Hotel Inna Garuda, Budi Waluyo turunnya rupiah berkah bagi tamu mancanegara.

“Biasanya yang ditukarkan kalau dulu sekitar U$ 100.000 atau sekitar 1,2 milyar hingga 1,3 milyar sekarang 1,4 milyar,” tutur Budi. |Winda Efanur FS|

back to top