Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Turunnya nilai rupiah tidak berdampak pada masyarakat Jogja

Transaksi di money changer 'Mulia', Hotel Inna Garuda Transaksi di money changer 'Mulia', Hotel Inna Garuda

Jogjakarta-KoPi | Sudah tiga hari sejak nilai tukar rupiah merosot hingga menembus angka Rp 14.000. Turunnya nilai rupiah terhadap dollar dikhawatirkan akan berdampak langsung terhadap aktivitas perekonomian masyarakat.

Namun menurut perwakilan BI Jogja, Arif Budi Santosa kondisi melemahnya rupiah saat ini tidak perlu dikhawatirkan masyarakat Jogjakarta. Pasalnya di Jogjakarta tidak memiliki banyak perusahaan skala besar.

“Untuk produk-produk bahan baku impor pasti kena dampak, seperti kulit, batik yang pewarnanya dari import, kalau perusahaan besar seperti itu iya kena,” tutur saat ditemui di kantor BI Jogja pukul 12.00 WIB.

Selain itu perusahaan-perusahaan di Jogja tidak memilki hutang luar negeri. Hal ini menguatkan Jogja tidak terkena dampak dari kenaikan rendahnya nilai rupiah.

Budi juga menjelaskan turunnya nilai rupiah saat ini tidak lebih parah dari krisis tahun 1998. Melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih 4,7%, inflasi sekitar 2 %, dan neraca transaki berjalan masih surplus.

“Secara fundamental ekonomi masih bagus dibandingkan tahun 1998 yang lalu,” jelas Budi.

Sementara dengan turunnya nilai rupiah terhadap dollar AS berdampak pada meningatnya aktivitas money charger. Menurut pimpinan money charger Mulia Hotel Inna Garuda, Budi Waluyo turunnya rupiah berkah bagi tamu mancanegara.

“Biasanya yang ditukarkan kalau dulu sekitar U$ 100.000 atau sekitar 1,2 milyar hingga 1,3 milyar sekarang 1,4 milyar,” tutur Budi. |Winda Efanur FS|

back to top