Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Tri Sutrisno bersyukur masih bisa menyaksikan lulusan SMA Nusantara

Tri Sutrisno bersyukur masih bisa menyaksikan lulusan SMA Nusantara

Magelang-KoPi| Mantan wakil presiden era Soeharto, Jendral (purn) Tri Sutrisno memberikan wejangannya kepada siswa siswi SMA Taruna Magelang dan peserta seminar nasional 25 tahun Pendidikan SMA Taruna Nusantara Magelang, Rabu (12/8/2015).

Selaku pendiri sekolah bergengsi itu, Tri Sutrisno mengucapkan rasa syukurnya karena di hari senjanya masih bisa memperingati 25 tahun lahirnya SMA Taruna Nusantara. Selama 25 tahun berdirinya sekolah ini telah menghasilkan lulusan di angkatan bersenjata, baik darat, udara, laut maupun kepolisian. Dan banyak menghasilkan doktor-doktor di berbagai bidang.

"Saya bangga dan bersyukur bahwa buah yang telah ditanamnya 25 tahun itu kini telah panen," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Tri Sutrisno juga menyentil mengenai hilangnya makna Pancasila di masa reformasi.

”Pancasila sekarang ini, dalam masa reformasi hanya diucapkan, hampir-hampir dilupakan. Bersyukur mentri pendidikan yang baru sekarang sudah mulai menggiatkan tradisi pembentukan karakter bangsa. “

Terakhir Tri Sutrisno secara seremonial membubuhkan tanda tangannya di buku peringatan 25 tahun SMA Taruna Nusantara Magelang yang berjudul “Pamong Pirikan”.

back to top