Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

TransJakartaku sayang, TransJakartaku malang

TransJakartaku sayang, TransJakartaku malang
Jakarta - KoPi | Menjadi sarana transportasi umum di Jakarta selama 11 tahun, bus TransJakarta kerap memiliki masalah. Baru-baru ini, satu bus TransJakarta terbakar hangus di sebuah halte Salemba. Meskipun tidak memakan korban, kebakaran tersebut sangat mengkhawatirkan bagi masyrakat.

Bus milik Lorena dengan jenis Komodo itu terbakar disebabkan oleh konsleting listrik. Setelah menurunkan seluruh penumpang, api menjalar dari belakang badan bus dengan sangat cepat.

Bahkan dalam satu tahun belakangan, rentetan kecelakaan dan kebakaran bus TransJakarta menjadi sorotan masyarakat. Hal tersebut membuat masyarakat berbodong-bondong mulai meninggalkan TransJakarta.

“Sebenernya ngeri-ngeri sih naik TransJakarta sekarang, ya.. takut kebakar lagi. Cuma kebutuhan banget, kalo masih bisa naik kendaraan pribadi ya kendaraan pribadi aja, kalo kepepet banget baru naik TransJakarta” ujar Muhammad salah satu pengguna Bus TransJakarta.

Bahkan bus TransJakarta memiliki fasilitas yang kurang layak di beberapa rute. Seperti koridor VI, Ragunan-Dukuh Atas yanag menggunakan bus jenis lama.

“Sering denger suara mesin yang aneh. Acnya juga sangat tidak dingin, pintunya bahkan ada beberapa yang gak bisa ditutup rapat. Ngeri!” lanjutnya.

Memiliki jalur khusus sehingga bisa meminnimalkan kemacetan Jakarta, TransJakarta memang menjadi transportasi umum favorit. Apalagi biaya penggunaan transportasi jenis ini dikategorikan sangat murah, 3500 bisa mengelilingi Jakarta.

“Sistemnya dibenerin deh. Dibanding masyarakat semakin kecewa dan malah beralih ke transportasi pribadi, Jakarta makin macet kan tuh. Masa bus-bus baru bisa kebakar, kan pasti ada sesuatu” ujar Rani salah satu pengguna TransJakarta.

Rani juga menghimbau percepatan dari pembangunan MRT. Menurutnya, MRT akan mengupayakan kekacauan transportasi publik di Jakarta.

“Kalo pengelolaannya bener, MRT pasti akan jadi transportasi favorit. Sekarang udah mulai banyak yang kecewa sama TransJakarta kan, jadi ya kita nunggu MRT itu” ujarnya.

Menanggapi adanya kerusakan pada TransJakarta, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memberi peringatan tegas. Ia berjanji untuk tidak membeli bus sembarangan untuk menjaga kualitasnya.

Ahok kerap menyalahkan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terdahulu yang memilih membeli bus dengan merek tidak jelas untuk digunakan sebagai bus TranJakarta. | Labibah

back to top