Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

TransJakartaku sayang, TransJakartaku malang

TransJakartaku sayang, TransJakartaku malang
Jakarta - KoPi | Menjadi sarana transportasi umum di Jakarta selama 11 tahun, bus TransJakarta kerap memiliki masalah. Baru-baru ini, satu bus TransJakarta terbakar hangus di sebuah halte Salemba. Meskipun tidak memakan korban, kebakaran tersebut sangat mengkhawatirkan bagi masyrakat.

Bus milik Lorena dengan jenis Komodo itu terbakar disebabkan oleh konsleting listrik. Setelah menurunkan seluruh penumpang, api menjalar dari belakang badan bus dengan sangat cepat.

Bahkan dalam satu tahun belakangan, rentetan kecelakaan dan kebakaran bus TransJakarta menjadi sorotan masyarakat. Hal tersebut membuat masyarakat berbodong-bondong mulai meninggalkan TransJakarta.

“Sebenernya ngeri-ngeri sih naik TransJakarta sekarang, ya.. takut kebakar lagi. Cuma kebutuhan banget, kalo masih bisa naik kendaraan pribadi ya kendaraan pribadi aja, kalo kepepet banget baru naik TransJakarta” ujar Muhammad salah satu pengguna Bus TransJakarta.

Bahkan bus TransJakarta memiliki fasilitas yang kurang layak di beberapa rute. Seperti koridor VI, Ragunan-Dukuh Atas yanag menggunakan bus jenis lama.

“Sering denger suara mesin yang aneh. Acnya juga sangat tidak dingin, pintunya bahkan ada beberapa yang gak bisa ditutup rapat. Ngeri!” lanjutnya.

Memiliki jalur khusus sehingga bisa meminnimalkan kemacetan Jakarta, TransJakarta memang menjadi transportasi umum favorit. Apalagi biaya penggunaan transportasi jenis ini dikategorikan sangat murah, 3500 bisa mengelilingi Jakarta.

“Sistemnya dibenerin deh. Dibanding masyarakat semakin kecewa dan malah beralih ke transportasi pribadi, Jakarta makin macet kan tuh. Masa bus-bus baru bisa kebakar, kan pasti ada sesuatu” ujar Rani salah satu pengguna TransJakarta.

Rani juga menghimbau percepatan dari pembangunan MRT. Menurutnya, MRT akan mengupayakan kekacauan transportasi publik di Jakarta.

“Kalo pengelolaannya bener, MRT pasti akan jadi transportasi favorit. Sekarang udah mulai banyak yang kecewa sama TransJakarta kan, jadi ya kita nunggu MRT itu” ujarnya.

Menanggapi adanya kerusakan pada TransJakarta, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memberi peringatan tegas. Ia berjanji untuk tidak membeli bus sembarangan untuk menjaga kualitasnya.

Ahok kerap menyalahkan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terdahulu yang memilih membeli bus dengan merek tidak jelas untuk digunakan sebagai bus TranJakarta. | Labibah

back to top