Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Tradisi gelar lapak dipinggir jalan kala ramadhan.

Tradisi gelar lapak dipinggir jalan kala ramadhan.
Surabaya - KoPi | Tak terasa, Ramadhan sudah kian dekat. Selalu ada hal unik dan tradisi terntentu untuk menyambutnya. Para ibu-ibu di gubeng kertajaya misalnya, bersiap untuk membuka lapak dipinggir jalan.

Memang, tradisi ini tidak hanya dimiliki warga sini. Bahkan dibelahan kota lainnya juga memiliki tradisi yang sama. Baik para pedagang asli maupun para pedagang yang pada hari biasa tidak berdagangpun turut membuka lapak.

"Saya biasa jualan kolak. Cuma pas Ramadhan aja. Pasarnya kan ramai. Buka lapak pake meja dipinggir jalan aja" ujar Aminah salah satu pedagang. Mereka tengah bersiap. Seperti menentukan lapak dengan ukuran-ukuran meter dan mempersiapkan alat agar lapaknya ramai dikunjungi pencari takjil.

Namun, sayangnya area perdagangan mereka ini terletak dipinggir jalan besar. Sehingga lapak mereka kerap menganggu pengguna jalan. Bahkan menuai kemacetan yang panjang.

"Iya sadar sih bikin macet. Tapi gimana ya mbak, kebutuhan. Kalo gak buka di pinggir jalan pasti gak laku" ujar Tia salah satu pedagang takjil ketika Ramadhan.

Para pembeli biasanya memarkir kendaraan asal. Sehingga jalan raya yang menjadi tempat pelintasan kendaraan menjadi sempit. Tidak sedikit yang akhirnya terpaksa berbuka puasa di tengah jalan.

Penghasilan yang didapatkan Aminah saat menjadi pedagang takjil diakui lumayan besar. "Bisa jutaan mbak. Alhamdulillah buat tambahan pas lebaran. buat beli baju sama ngasih ampau saudara" tutur Aminah. | Labibah

back to top