Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Tradisi gelar lapak dipinggir jalan kala ramadhan.

Tradisi gelar lapak dipinggir jalan kala ramadhan.
Surabaya - KoPi | Tak terasa, Ramadhan sudah kian dekat. Selalu ada hal unik dan tradisi terntentu untuk menyambutnya. Para ibu-ibu di gubeng kertajaya misalnya, bersiap untuk membuka lapak dipinggir jalan.

Memang, tradisi ini tidak hanya dimiliki warga sini. Bahkan dibelahan kota lainnya juga memiliki tradisi yang sama. Baik para pedagang asli maupun para pedagang yang pada hari biasa tidak berdagangpun turut membuka lapak.

"Saya biasa jualan kolak. Cuma pas Ramadhan aja. Pasarnya kan ramai. Buka lapak pake meja dipinggir jalan aja" ujar Aminah salah satu pedagang. Mereka tengah bersiap. Seperti menentukan lapak dengan ukuran-ukuran meter dan mempersiapkan alat agar lapaknya ramai dikunjungi pencari takjil.

Namun, sayangnya area perdagangan mereka ini terletak dipinggir jalan besar. Sehingga lapak mereka kerap menganggu pengguna jalan. Bahkan menuai kemacetan yang panjang.

"Iya sadar sih bikin macet. Tapi gimana ya mbak, kebutuhan. Kalo gak buka di pinggir jalan pasti gak laku" ujar Tia salah satu pedagang takjil ketika Ramadhan.

Para pembeli biasanya memarkir kendaraan asal. Sehingga jalan raya yang menjadi tempat pelintasan kendaraan menjadi sempit. Tidak sedikit yang akhirnya terpaksa berbuka puasa di tengah jalan.

Penghasilan yang didapatkan Aminah saat menjadi pedagang takjil diakui lumayan besar. "Bisa jutaan mbak. Alhamdulillah buat tambahan pas lebaran. buat beli baju sama ngasih ampau saudara" tutur Aminah. | Labibah

back to top