Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

TPS fiktif di Kabupaten Sampang

TPS fiktif di Kabupaten Sampang

Sampang – KoPi, Kejadian memalukan terjadi dalam pesta demokrasi yang diselenggarakan serentak secara nasional pada kemarin (9/4). Hajatan nasional yang sejatinya disambut dengan semangat luber jurdil malah dinodai oleh praktek-praktek ilegal.

Di dusun Kira Barat, kecamatan Ketapang kabupaten Sampang terjadi kasus TPS fiktif.


Di mana di desa tersebut surat undangan pencoblosan tidak dibagikan dan terdistribusikan oleh panitia penyelenggara setempat. Ajaibnya terjadi proses rekapitulasi oleh panitia padahal sebelumnya tidak ada proses pungut-hitung suara, hal ini terjadi di TPS 08 dan 09


Hal ini bermula ketika adanya isu sidak dari jajaran Kapolda, seketika TPS fiktif itu yang semula tidak ada kemudian oleh KPPS didirikan untuk menutupi kecurigaan dan lolos dari pantauan sidak tersebut. Di TPS tersebut hanya ada kotak suara namun tidak tersedia bilik suara.


kejadian ini sitengarai kental indikasi adanya manipulasi yang dilakukan oleh salah satu caleg, terkait hal ini Panwaslu Kabupaten Sampang masih melakukan penyidikan.


Jika terbukti bersalah, maka pelaku tersebut akan diancam pidana penjara paling lama 4 (empat ) tahun penjara, dengan denda 48 juta, sesuai pasal 309 UU No.8 Tahun 2012 karena telah menghilangkan hak suara pemilih.



Nora T. Ayudha

 

back to top