Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Tony Abbott 'ungkit' bantuan Australia pada Indonesia

news.co.au news.co.au

KoPi| Perdana Menteri Australia, Tony Abbott meminta Indonesia untuk "membalas" paket $ 1 miliar bantuan Australia yang diberikan untuk tsunami 2004 dengan membebaskan dua warga Australia dari hukuman mati dalam perkara penyelundupan narkoba.

Abbott menjawab tekanan publik Australia agar mengupayakan grasi bagi Andrew Chan dan Myuran Sukumaran pada hari Rabu ini.

Perdana Menteri itu mengingatkan bahwa Australia akan merasa kecewa dan sedih serta menimbulkan ketidaksenangan Australia bila pemerintah Indonesia meneruskan eksekusi pada aktor Bali Nine tersebut.

"Jangan lupa bahwa beberapa tahun yang lalu ketika Indonesia dilanda tsunami di Samudera Hindia Australia, kami mengirim miliaran dolar bantuan. Kami mengirimkan kontingen besar angkatan bersenjata kami untuk membantu di Indonesia dengan bantuan kemanusiaan dan Australia kehilangan nyawa mereka dalam kampanye untuk membantu Indonesia." ungkit Abbot.

"Saya katakan kepada orang-orang Indonesia dan Pemerintah Indonesia: Kami di Australia yang selalu ada untuk membantu kalian dan kami berharap bahwa kalian mungkin dapat membalas dengan cara ini pada saat ini."

Pihak berwenang Indonesia mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka menunda rencana pengalihan pasangan ke Nusa Kambangan dan eksekusi yang mungkin terjadi bulan ini.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, mengatakan pemerintah memahami posisi Australia tetapi "Perlu digarisbawahi bahwa masalah ini adalah murni masalah penegakan hukum, penegakan hukum terhadap kejahatan luar biasa".

Abbott mengatakan penundaan itu  sebagai "tanda yang menggembirakan" dan ia berharap Indonesia "menyadari bahwa nilai-nilai terbaik  dan kepentingan terbaik bagi mereka yang dilayani itu tidak akan maju dengan eksekusi ini".

Ditanya tentang potensi konsekuensi dari eksekusi, Abbott mengatakan: "Kami ingin Indonesia tahu dalam hal ini kami merasa sedih dan dikecewakan."

Abbott mengatakan Chan dan Sukumaran - yang merupakan bagian dari kelompok Bali Nine yang berusaha menyelundupkan heroin dari Indonesia ke Australia - layak di penjara dalam waktu yang lama tetapi mereka tidak layak untuk dihukum mati.

"Bahkan, tampaknya karakter mereka benar-benar direformasi dalam penjara di Bali. Mereka sekarang membantu perjuangan Indonesia melawan kejahatan narkoba. Jauh lebih baik untuk menggunakan orang-orang untuk kebaikan daripada membunuh mereka," kata Abbott.

Marsudi mengatakan pada hari Selasa lalu penerapan hukuman mati adalah bagian dari hukum Indonesia dan "diimplementasikan sebagai upaya terakhir untuk kejahatan paling serius" dan "tidak akan menerima arahan ke negara tertentu".Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, menyambut baik keputusan untuk menunda pemindahan Chan dan Sukumaran.

"Penundaan oleh pemerintah Indonesia mengeksekusi Chan dan Sukumaran akan menjadi langkah yang membantu orang-orang dan keluarga mereka," kata Bishop kepada ABC News Rabu ini.

"Ini memberi kita kesempatan untuk terus terlibat untuk mengupayakan yang terbaik ke depan dengan pemerintah Indonesia sehingga akan terus mewakili kami ke tingkat tertinggi di pemerintah Indonesia."

Pemimpin oposisi, Bill Shorten, mengatakan penundaan yang diberikan merupakan "kesempatan baik bagi orang-orang untuk terlibat dalam saran dan diskusi yang konstruktif " bertujuan untuk mencegah eksekusi. |theguardian.com|UR Sari|

back to top