Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Tips merawat bayi terkena demam

Tips merawat bayi terkena demam

Surabaya-KoPi | Dokter spesialis anak, Dini Adityarini, menjelaskan bahwa bayi usia di bawah dua tahun tidak jarang mengalami demam, yaitu kondisi kenaikan suhu tubuh dari garis normal. Menurut dokter spesialis milik Kota Surabaya ini, demam merupakan gejala atau respon daya tahan tubuh terhadap kondisi medis seperti terkena infeksi dan luka internal tubuh, atau injeksi vaksin.

Dokter Dini menyarankan kepada para orang tua untuk peka terhadap penyebab dari gejala demam tersebut. Apabila demam tidak menurun lebih dari 2x24 jam sebaiknya segera diperiksa oleh dokter. Bayi akan mendapatkan pemeriksaan klinis sampai uji laboratorium seperti uji sampel darah.

Namun demikian pada situasi demam dari bayi ketika masa pengobatan atau efek vaksinasi, dokter Dini menyarankan beberapa tindakan.

1. Berikan ASI secara maksimal

Bayi membutuhkan nutrisi berkualitas dan kekebalan tubuh (immunity) yang cepat. ASI (Air Susu Ibu) mampu menyediakan nutrisi yang secara mudah diserap oleh metabolisme bayi. Selain itu bayi akan mendapatkan zat imunitas dari ASI yang tidak dapat diberikan oleh susu formula. Pemberian ASI secara maksimal pun membantu bayi memperlancar buang air kecil. Ketika bayi sering buang air kecil berlangsung, dan ASI terus diberikan maka bayi tercukupi kebutuhan mineralnya.

2. Kompres dengan air hangat

Orang tua perlu memberikan kompres kepada bayi dengan menggunakan air hangat. Suhu air hangat yang tidak terlalu berbeda dengan tingkat suhu bayi. Hindari penggunaan air terlalu dingin karena bisa menyebabkan reaksi berlebihan seperti menggigil. Hal itu akan menurunkan ketahanan tubuh bayi.

3. Berjemur di bawah sinar matahari pagi

Matahari pagi di bawah pukul 10.00 membantu peningkatan metabolisme tubuh bayi dan kesegaran tubuh. Bayi yang berjemur pada waktu tersebut sangat baik untuk mengatasi pilek, batuk atau kuning. Cara terbaik adalah membuka dada bayi sambil mengusap-usapnya perlahan. Setelah itu punggungnya. Proses berjemur antara 6-10 menit. 

4. Menggunakan pakaian tidak tebal dan longgar

Kondisi demam membuat bayi membutuhkan sirkulasi suhu tubuh yang lancar. Hindari memberi pakaian terlalu tebal dan ketat. Berikan pakaian yang tidak tebal dari katun serta membuatnya agak longgar. Hal ini akan membantu bayi lebih mudah melepas suhu tubuh.

Demikian tips menangani bayi yang sedang mengalami demam. Semoga bermanfaat. |Labibah

back to top