Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Tips menjaga anak terhindar dari gigitan serangga

Tips menjaga anak terhindar dari gigitan serangga

Cincinnati-KoPi- Anak-anak senang berada di luar rumah selama musim panas, tetapi mereka perlu dilindungi dari gigitan serangga seperti nyamuk dan kutu.

Kutu dapat menularkan penyakit Lyme dan dapat mengirimkan wabah penyakit. Sedangkan nyamuk dapat menularkan virus West Nile, Demam Berdarah dan sejumlah penyakit lainnya.

"Selama musim panas, orang tua disarankan untuk extra melindungi anak-anak mereka dari gigitan serangga dengan menggunakan obat nyamuk yang tepat dan menghindarkan mereka dari daerah yang rawan serangga," Dr. Mike Gittelman mengungkapkan.

Dia dan American Academy of Pediatrics menawarkan tips untuk melindungi anak-anak dari gigitan serangga, terutama nyamuk dan kutu.

Jauhkan anak-anak dari daerah yang paling mungkin ditemukan serangga seperti genangan air, makanan yang tidak ditutupi, dan taman dengan banyak bunga yang mekar. Kutu juga biasanya ditemukan di sampah, daun, dan rumput yang tinggi.

Anak-anak juga disarankan untuk segera mandi setelah selesai beraktifitas diluar rumah, mencuci lagi pakaian yang jatuh ketika dijemur, dan memeriksa hewan peliharaan agar terhindar dari kutu.

Orang tua disarankan untuk segera membawa ke rumah sakit terdekat jika anak mengalami gejala seperti ruam, demam, nyeri tubuh, kelelahan, sakit kepala, leher kaku atau disorientasi dalam waktu satu sampai tiga minggu setelah gigitan serangga.

(Irfan Ridlowi)

sumber: health.usnews.com

 

back to top