Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Tim mahasiswa UGM bawakan mobil besutannya ke kompetisi dunia Juli nanti.

Tim mahasiswa UGM bawakan mobil besutannya ke kompetisi dunia Juli nanti.

Sleman-KoPi| Tim mahasiswa Semar UGM bersiap diri membawa nama Indonesia bersama mobil kategori 'urban' nya di ajang kompetisi Drivers World Championship (DWC) London , Inggris pada Juli 2018. 

 Mobil besutan dari UGM sebelumnya menjadi juara 1 di ajang kompetisi DWC Asia pada awal Maret 2018 lalu di Singapura dan menjadi perwakilan Asia untuk DWC ditingkat dunia.Tim Semar UGM saat ini sedang melakukan beberapa revisi minor untuk perbaikan dan peningkatan mileage.

“Perbaikan kita prioritaskan yang urgen saja dan bisa diperbaiki dalam waktu 1 bulan karena awal bulan Juni 2018 kendaraan harus sudah di Shipping ke London. Kita mencoba memperbaiki kendaraan sebaik mungkin untuk mencapai mileage yang terbaik. Kita akan usahakan yang terbaik untuk UGM dan Indonesia di London," ungkap Antonius Adhika, Ketua Tim SEMAR, saat jumpa pers di Balairung UGM, Selasa (17/4).

Mileage sendiri adalah standar hitungan berapa kilometer perjalanan yang bisa dilakukan oleh sebuah mobil persatu liternya. Adhika pun menjelaskan mobil Urbannya memiliki kemampuan hingga 267 mileage.

Tentang kompetisi , kompetisi DWC adalah sebuah lomba kendaraan adu cepat, adu hemat dan keandalan yang menjadi ajang tahunan bergengsi bagi mahasiswa seluruh dunia. Setiap benua yang ingin mengikuti kompetisi ini hanya diperbolehkan oleh 3 kendaraan saja. Tim Semar UGM nantinya akan bertanding dan berhadapan tim dari perwakilan benua Eropa dan benua Amerika.

Dr. Jayan Sentanuhady, pembimbing Tim SEMAR UGM, mengungkapkan DWC adalah ajang paling bergengsi pada dunia otomotif tingkat mahasiswa. Pasalnya tidak hanya kecapatan kendaraan ataupun keandalan supir diuji, namun kehematan mobil juga akan diperhatikan.

“Ini yang susah. Oleh sebab itu, ramuan antara performance mesin, aerodinamika body, keandalan struktur kendaraan dan kebiasaan pengemudi menjadi ajang racikan yang pas. Ini tantangannya, menyeimbangkan dari hal-hal di atas,” tutur Jayan.

Tak luput, Dr. Jayan juga membeberkan jumlah dana yang digunakan. Dana yang digunakan untuk mobil agar bisa ikut berkompetisi tidaklah sedikit. Satu mobil jenis Urban yang akan berkompetisi di London ini menghabiskan total dana hingga 250 juta rupiah.

Mobil kategori Urban sendiri didesain cukup ringan menggunakan bahan komposet berbahan fiber karbon seperti mobil Ferrari dan juga sangat aeordinamis.  

"Karena ini bentuknya inovasi jadi produknya cukup memakan biaya, kalau yang kecil (mobil bertenaga listrik) itu sampai 120 an juta, kalau ditotal 250 jutaan. Untuk yang besar (mobil urban bertenaga gasoline) tak jauh beda. Alhamdulillah karena bantuan dari sponsor dan juga dukungan dari UGM yang selalu ikut kompetisi dunia, sehingga hal ini terwujud pada mobil ini,"ungkapnya.

Sementara itu Rektor UGM, Panut Mulyono berharap kegiatan mahasiswa ini dapat meningkatkan kemampuan hardskill dan softskill mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas keilmuan dan kompetensi mahasiswa itu sendiri. Rektor UGM juga berpesan supaya dalam melakukan kompetisi mahasiswa bekerja keras dan semangat untuk mencapai hasil yang maksimal. UGM tidak bisa mentoleransi pencapaian mahasiswa dalam kompetisi yang didapatkan dengan cara yang tidak baik, tidak jujur.

“Harapannya inovasi-inovasi kendaraan Tim Semar UGM dapat segera dihilirkan dan dapat dirasakan dampak inovasi tersebut oleh masyarakat luas. Berkompetisi itu yes, tetapi menghilirisasi inovasi Tim Semar UGM juga harus diprioritaskan. Dan semoga, para investor melirik karya anak bangsa ini," pungkas Panut.

back to top