Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Tiga siswi melarikan di ke Suriah, diduga bergabung ISIS

Tiga siswi melarikan di ke Suriah, diduga bergabung ISIS

KoPi|Tiga siswi Shamima Begum (15), Kadiza Sultana (16) dan Amira (15) melarikan diri ke Suriah. Mereka masing-masing berasal dari Turki dan Inggris. Adanya kelemahan dalam sistem pemeriksaan paspor di perbatasan membuat mereka lolos ke Suriah.

Pihak angkatan darat Inggris dan pihak maskapai Turkish Airlines gagal mempertanyakan gadis-gadis di bawah umur ini hendak pergi ke mana. Sebelumnya seorang gadis berumur 15 tahun asal London pernah sendirian ke Turki pada bulan Desember lalu melanjutkan perjalanannya ke Suriah.

Mantan kepala Angkatan perbatasan Brodie Lark mengatakan ada kesengajaan serius dalam keamanan perbatasan,terutama dalam pemeriksaan paspor.
Gadis-gadis itu menumpang pesawat Turkish Airlines TK 1966 tujuan ke Istambul. Namun pada pukul 18.40 terlihat di kota Suriah Tal Abyad sabtu lalu, terlihat mereka di dalam sebuah mobil dengan seorang laki-laki.

Ayah Amira Husen (47) beserta keluarganya tidak bisa berhenti menangis. Ia mengatakan sebelumnya tidak merasa curiga sama sekali terhadap putrinya.
Sedangkan Shamima meminta izin kepada ibunya, bahwa dia ada kelas ekstarakulikuler di sekolahnya.
Tuduhan mengikuti ISIS terdeteksi dari aktivitas Shamima menjadi follower ISIS melalui twitter yang bernama UMM Waqqas. Diduga yang membujuk mereka adalah mantan siswi public schoolgirl Aqsa Mahmood (20) untuk pergi ke Suriah.|Mirror.co.uk|MNC|

back to top