Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Tiga siswi melarikan di ke Suriah, diduga bergabung ISIS

Tiga siswi melarikan di ke Suriah, diduga bergabung ISIS

KoPi|Tiga siswi Shamima Begum (15), Kadiza Sultana (16) dan Amira (15) melarikan diri ke Suriah. Mereka masing-masing berasal dari Turki dan Inggris. Adanya kelemahan dalam sistem pemeriksaan paspor di perbatasan membuat mereka lolos ke Suriah.

Pihak angkatan darat Inggris dan pihak maskapai Turkish Airlines gagal mempertanyakan gadis-gadis di bawah umur ini hendak pergi ke mana. Sebelumnya seorang gadis berumur 15 tahun asal London pernah sendirian ke Turki pada bulan Desember lalu melanjutkan perjalanannya ke Suriah.

Mantan kepala Angkatan perbatasan Brodie Lark mengatakan ada kesengajaan serius dalam keamanan perbatasan,terutama dalam pemeriksaan paspor.
Gadis-gadis itu menumpang pesawat Turkish Airlines TK 1966 tujuan ke Istambul. Namun pada pukul 18.40 terlihat di kota Suriah Tal Abyad sabtu lalu, terlihat mereka di dalam sebuah mobil dengan seorang laki-laki.

Ayah Amira Husen (47) beserta keluarganya tidak bisa berhenti menangis. Ia mengatakan sebelumnya tidak merasa curiga sama sekali terhadap putrinya.
Sedangkan Shamima meminta izin kepada ibunya, bahwa dia ada kelas ekstarakulikuler di sekolahnya.
Tuduhan mengikuti ISIS terdeteksi dari aktivitas Shamima menjadi follower ISIS melalui twitter yang bernama UMM Waqqas. Diduga yang membujuk mereka adalah mantan siswi public schoolgirl Aqsa Mahmood (20) untuk pergi ke Suriah.|Mirror.co.uk|MNC|

back to top