Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Tiga anak SD Kalinegoro Magelang hanyut di Sungai Progo

Tiga anak SD Kalinegoro Magelang hanyut di Sungai Progo

Magelang-KoPi|Tiga anak murid sekolah dasar (SD) berasal dari Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, Magelang hanyut dan tenggelam saat berenang di Sungai Progo, Rabu (6/12) siang sekiranya pukul 14.00 WIB.

Satu anak diketahui bernama Ultan Arya Maheswara usia 11 Tahun bertempat tinggal di Jl. Nanas VII Perum Kalinegoro berhasil dievakuasi oleh tim Sar gabungan dalam kondisi meninggal. Sementara dua anak lainnya belum ditemukan hingga saat ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magelang dalam riis resminya menceritakan kronologis kejadian, awalnya lima anak SD sedang bermain di Sungai Progo. Dua anak bermain pasir di pinggir sungai dan tiga anak bermain air. Ketiga anak inilah yang kemudian hanyut.

"Satu anak sudah diketemukan dalam keadaan meninggal dan dibawa ke RSUD Muntilan untuk di otopsi, sedangkan kedua anak sedang dalam pencarian oleh tim SAR gabungan," tulis BPBD.

BPBD Magelang pun memantau lokasi kejadian, kondisi sungai dalam keadaan tenang dan tidak terlalu deras. Sementara pencarian korban sudah dilakukan oleh Polri, BPBD , Tim SAR Gabungan dan Warga setempat sejak waktu kejadian. Pukul 18.00 Pencarian korban di hentikan dan dilanjutkan pemantauan / Penyisiran darat.

Sementara itu Badan Pencarian dan Pertolongan Daerah DIY (Basarnas DIY) sudah siap siaga jika kedua korban hanyut hingga ke aliran Sungai di wilayah Jogja. Humas Basarnas DIY, Pipit Eriyanto pihaknya masih menunggu koordinasi dari Tim Sar dan BPBD wilayah Magelang.

"Basarnas jogja sudah koordinasi dengan Basarnas jateng karena wilayah TKM nya masuk di wilayah jateng. Apabila basarnas jateng membutuhkan personil,maka basarnas jogja siap meluncur membackup. Basarnas jogja siap turun tapi untuk sementara masih stand by di kantor untuk pemantauan,"pungkas Pipit saat dihubungi via chatting Whatsapp. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top