Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Tidak setuju bentor legal, pengamat : becak kayu ikon Jogja

Tidak setuju bentor legal, pengamat : becak kayu ikon Jogja

Jogjakarta-KoPi| Selama tiga tahun terakhir perkembangan becak motor di Jogja semakin meningkat. Menurut data kasaran dari ketua paguyuban bentor, Parmin ada sekitar 2000 bentor beroperasi di Jogja. Menurut Parmin keberadaan Bentor sudah ada sejak tahun 1990an.

Sementara dirinya melakoni bentor sejak tiga tahun terakhir. Didorong karena kendala usia yang menyebabkan kondisinya tidak kuat untuk mengayuh becah tradisional. Diakui Parmin hal ini didasari lebih efisiennya menggunakan bentor daripada becak kayuh.

Sementara ketua paguyuban becak kayuh komplek Ngejaman Wetan Supri memandang positif dari pemda DIY yang akan membuat regulasi untuk bentor. Menurutnya bentor itu memang menjadi solusi bagi para tukang becak yang sudah tua.

“Kalau diadakan bentor saya cenderung setuju, soalnya kelompok saya kasian sama tukang becak yang tua-tua, kalau yang tua dua kali narik kan gak kuat. Juga kalau mau pensiun gak becak mau gimana kerjaannya cuma itu”, Supri.

Namun lain halnya dengan Supri, anggota becak Ngejaman Wetan, masih bersikukuh menggunakan becak kayuh.
“ Aturannya kan becak manual sama delman itu, adanya audiensi saya terserah kalau atasan pendapatnya seperti apa, saya ngga mau, manual aja,” Diono.

Secara terpisah pengamat kebijakan sosial dan kesejahteraan UGM, Dr. Hempri Suyatna menegaskan tetap mempertahankan becak tradisional untuk wilayah Jogja. Selama ini becak dan andong menjadi salah satu ikon wisata Jogjakarta. Pasalnya becak kayuh mengandung nilai historis Jogja.

“Saya tidak setuju bentor dilegalkan. Roh keistimewaan Jogja kan becak tradisional, andong tradisional. Kalau bentor dibiarkan apa bedanya Jogja sama kota lain”, Dr. Hempri.

Dr. Hempri menambahkan bila nantinya pemerintah melegalkan bentor, pemerintah harus mengatur operasi kedua becak tersebut. “ Jangan sampai bentor ada di wilayah ring satu Jogja seperti wilayah kraton, Malioboro”, pungkas Dr. Hempri  |Winda Efanur FS|

back to top