Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam jenazah Feby Kurnia

Tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam jenazah Feby Kurnia

Jogja-KoPi│Tim Forensik menyatakan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jenazah Feby Kurnia, mahasiswa Geofisika angkatan 2015 Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (3/5).

Tim Forensik yang terdiri dari lima orang dokter yang dipimpin oleh dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada melakukan otopsi terhadap jenasah Feby Kurnia sejak pukul 08.00 WIB pagi tadi, dan selesai pada pukul 11.00 WIB.

Menurut Ketua tim forensik dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada, Feby Kurnia diperkirakan telah meninggal 3 hingga 5 hari sebelum ditemukan. Sementara itu, luka jeratan yang ada di leher Feby Kurnia menurut tim forensik adalah lipatan yang ada dileher yang sudah membusuh dan bengkak.

“Kepastian atas penyebab kematian Feby Kurnia belum dapat dipastikan, kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan meliputi pemeriksaan toksilogi dan patologi anatomi, yang hasilnya dapat diketahui 1 hingga 2 minggu kedepan”, jelas dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada.

Pihak keluarga merasa kecewa dengan hasil tim forensik dan percaya bahwa kematian Feby Kurnia disebabkan tindak kekerasan. “Pasti ada tindak kekerasan dalam kematian anak saya, mengingat motor dan handphone korban ada di tempat yang berbeda”, jelas Ibu Korban, Nurcahya Ningsih.

Sedangkan jenasah korban sendiri akan dibawa ke Batam besok pagi dengan menggunakan pesawat.

back to top