Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam jenazah Feby Kurnia

Tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam jenazah Feby Kurnia

Jogja-KoPi│Tim Forensik menyatakan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jenazah Feby Kurnia, mahasiswa Geofisika angkatan 2015 Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (3/5).

Tim Forensik yang terdiri dari lima orang dokter yang dipimpin oleh dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada melakukan otopsi terhadap jenasah Feby Kurnia sejak pukul 08.00 WIB pagi tadi, dan selesai pada pukul 11.00 WIB.

Menurut Ketua tim forensik dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada, Feby Kurnia diperkirakan telah meninggal 3 hingga 5 hari sebelum ditemukan. Sementara itu, luka jeratan yang ada di leher Feby Kurnia menurut tim forensik adalah lipatan yang ada dileher yang sudah membusuh dan bengkak.

“Kepastian atas penyebab kematian Feby Kurnia belum dapat dipastikan, kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan meliputi pemeriksaan toksilogi dan patologi anatomi, yang hasilnya dapat diketahui 1 hingga 2 minggu kedepan”, jelas dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada.

Pihak keluarga merasa kecewa dengan hasil tim forensik dan percaya bahwa kematian Feby Kurnia disebabkan tindak kekerasan. “Pasti ada tindak kekerasan dalam kematian anak saya, mengingat motor dan handphone korban ada di tempat yang berbeda”, jelas Ibu Korban, Nurcahya Ningsih.

Sedangkan jenasah korban sendiri akan dibawa ke Batam besok pagi dengan menggunakan pesawat.

back to top