Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam jenazah Feby Kurnia

Tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam jenazah Feby Kurnia

Jogja-KoPi│Tim Forensik menyatakan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jenazah Feby Kurnia, mahasiswa Geofisika angkatan 2015 Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (3/5).

Tim Forensik yang terdiri dari lima orang dokter yang dipimpin oleh dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada melakukan otopsi terhadap jenasah Feby Kurnia sejak pukul 08.00 WIB pagi tadi, dan selesai pada pukul 11.00 WIB.

Menurut Ketua tim forensik dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada, Feby Kurnia diperkirakan telah meninggal 3 hingga 5 hari sebelum ditemukan. Sementara itu, luka jeratan yang ada di leher Feby Kurnia menurut tim forensik adalah lipatan yang ada dileher yang sudah membusuh dan bengkak.

“Kepastian atas penyebab kematian Feby Kurnia belum dapat dipastikan, kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan meliputi pemeriksaan toksilogi dan patologi anatomi, yang hasilnya dapat diketahui 1 hingga 2 minggu kedepan”, jelas dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada.

Pihak keluarga merasa kecewa dengan hasil tim forensik dan percaya bahwa kematian Feby Kurnia disebabkan tindak kekerasan. “Pasti ada tindak kekerasan dalam kematian anak saya, mengingat motor dan handphone korban ada di tempat yang berbeda”, jelas Ibu Korban, Nurcahya Ningsih.

Sedangkan jenasah korban sendiri akan dibawa ke Batam besok pagi dengan menggunakan pesawat.

back to top