Menu
Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

Prev Next

Tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam jenazah Feby Kurnia

Tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam jenazah Feby Kurnia

Jogja-KoPi│Tim Forensik menyatakan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jenazah Feby Kurnia, mahasiswa Geofisika angkatan 2015 Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (3/5).

Tim Forensik yang terdiri dari lima orang dokter yang dipimpin oleh dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada melakukan otopsi terhadap jenasah Feby Kurnia sejak pukul 08.00 WIB pagi tadi, dan selesai pada pukul 11.00 WIB.

Menurut Ketua tim forensik dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada, Feby Kurnia diperkirakan telah meninggal 3 hingga 5 hari sebelum ditemukan. Sementara itu, luka jeratan yang ada di leher Feby Kurnia menurut tim forensik adalah lipatan yang ada dileher yang sudah membusuh dan bengkak.

“Kepastian atas penyebab kematian Feby Kurnia belum dapat dipastikan, kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan meliputi pemeriksaan toksilogi dan patologi anatomi, yang hasilnya dapat diketahui 1 hingga 2 minggu kedepan”, jelas dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada.

Pihak keluarga merasa kecewa dengan hasil tim forensik dan percaya bahwa kematian Feby Kurnia disebabkan tindak kekerasan. “Pasti ada tindak kekerasan dalam kematian anak saya, mengingat motor dan handphone korban ada di tempat yang berbeda”, jelas Ibu Korban, Nurcahya Ningsih.

Sedangkan jenasah korban sendiri akan dibawa ke Batam besok pagi dengan menggunakan pesawat.

back to top