Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam jenazah Feby Kurnia

Tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam jenazah Feby Kurnia

Jogja-KoPi│Tim Forensik menyatakan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jenazah Feby Kurnia, mahasiswa Geofisika angkatan 2015 Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (3/5).

Tim Forensik yang terdiri dari lima orang dokter yang dipimpin oleh dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada melakukan otopsi terhadap jenasah Feby Kurnia sejak pukul 08.00 WIB pagi tadi, dan selesai pada pukul 11.00 WIB.

Menurut Ketua tim forensik dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada, Feby Kurnia diperkirakan telah meninggal 3 hingga 5 hari sebelum ditemukan. Sementara itu, luka jeratan yang ada di leher Feby Kurnia menurut tim forensik adalah lipatan yang ada dileher yang sudah membusuh dan bengkak.

“Kepastian atas penyebab kematian Feby Kurnia belum dapat dipastikan, kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan meliputi pemeriksaan toksilogi dan patologi anatomi, yang hasilnya dapat diketahui 1 hingga 2 minggu kedepan”, jelas dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada.

Pihak keluarga merasa kecewa dengan hasil tim forensik dan percaya bahwa kematian Feby Kurnia disebabkan tindak kekerasan. “Pasti ada tindak kekerasan dalam kematian anak saya, mengingat motor dan handphone korban ada di tempat yang berbeda”, jelas Ibu Korban, Nurcahya Ningsih.

Sedangkan jenasah korban sendiri akan dibawa ke Batam besok pagi dengan menggunakan pesawat.

back to top