Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Thailand U-23 menghabisi Indonesia di semi final SEA Games

Thailand U-23 menghabisi Indonesia di semi final SEA Games
KoPi | Timnas Thailand U-23 menggasak Indonesia pada laga semi final SEA Games 2015 cabang sepak bola di Stadion Nasional, Kallang, Sabtu (13/6) malam dengan skor 5-0.

Thailand langsung tampil menyerang sejak peluit kick-off babak pertama dibunyikan. Gajah Perang, julukan Thiland, menuai hasil positif. Mereka berhasil mencetak gol pada menit ke-12, melalui  Rungrat Phumichantuk yang memanfaatkan bola muntah di depan gawang Garuda Muda.

Tertinggal satu gol, pasukan Garuda Muda mencoba menekan. Namun upaya yang dilakukan masih bisa diredam Sarach Yooyen cs.

Thailand menggandakan keunggulan menjadi 2-0, pada menit ke-29 lewat sundulan Thitiphan yang menyambut umpan sepak pojok.

Unggul dua gol, anak asuh Choketawee Promrut tak mengendurkan serangan. Bahkan, mereka nyaris mencetak gol ketiga lewat Rungrat namun berhasil ditepis Teguh.

Indonesia mencoba menebar ancaman melalui tendangan kaki kiri Paulo Sitanggang dari luar kotak penalti, namun masih tidak menemui sasaran. Hingga babak pertama usai, skor tetap 2-0 untuk Thailand.

Memasuki babak kedua, Garuda Muda mencoba tampil lebih agresif. Namun upaya mereka masih bisa diredam skuad asuhan Choketawee Promrut. Bahkan, Gajah Perang berhasil mencetak gol kembali pada menit ke-51, melalui sundulan Rungrat. Skor menjadi 3-0.

Lima menit berselang giliran Narubadin Weerawatnodom yang menjebol gawang Teguh. Skor 4-0.

Indonesia mencoba membangun serangan namun masih mudah dibaca barisan pertahanan tim Gajah Perang. Songkrasin mencoba memberikan ancaman lewat tendangan kaki kanannya. Namun kali masih belum berbuah gol.

Songkrasin akhirnya membuat Indonesia semakin hancur lewat golnya pada menit ke-89. Skor pun menjadi 5-0 untuk keunggulan Thailand.

Pada masa perpanjangan waktu, Syaiful Indra memberikan ancaman lewat tendangan kerasnya. Tapi masih bisa ditepis Sae Ear Chanin. Hingga pertandingan berakhir, skor tetap masih 5-0 untuk Gajah Perang.

Dengan demikian, Thailand yang akan menantang Myanmar pada partai final di Stadion Nasional pada Senin (15/6). Sementara Indonesia akan menghadapi Vietnam untuk memperebutkan medali perunggu alias juara ketiga. Hasil ini pun sekaligus memperpanjang paceklik gelar Garuda Muda sejak 24 tahun terakhir.

Susunan pemain kedua tim:

Thailand U-23: Sae Ear Chanin; Notechaiya, Daosawang, Weerawatnodom, Tanaboon Kesarat (Promrak 65); Sarach Yooyen (Siwakorn 62), Thitipan Puangjan, Chanathip Songkrasin, Rungrat Phumichantuk; Nurul Sriyankem, Chananan Pombubpha (Samphaodi 69)

Indonesia U-23: Teguh Amiruddin; Vava Mario (Zalnando 62), Syaiful Indra, Manahati Lestusen, Hansamu Yama; Evan Dimas, Zulfiandi, Adam Alis, Ahmad Nufiandani, Paulo Sitanggang (M. Hargianto 65); Yandi Sofyan (Muchlis 51)

Aditya Wicaksana WP

back to top