Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Thailand U-23 menghabisi Indonesia di semi final SEA Games

Thailand U-23 menghabisi Indonesia di semi final SEA Games
KoPi | Timnas Thailand U-23 menggasak Indonesia pada laga semi final SEA Games 2015 cabang sepak bola di Stadion Nasional, Kallang, Sabtu (13/6) malam dengan skor 5-0.

Thailand langsung tampil menyerang sejak peluit kick-off babak pertama dibunyikan. Gajah Perang, julukan Thiland, menuai hasil positif. Mereka berhasil mencetak gol pada menit ke-12, melalui  Rungrat Phumichantuk yang memanfaatkan bola muntah di depan gawang Garuda Muda.

Tertinggal satu gol, pasukan Garuda Muda mencoba menekan. Namun upaya yang dilakukan masih bisa diredam Sarach Yooyen cs.

Thailand menggandakan keunggulan menjadi 2-0, pada menit ke-29 lewat sundulan Thitiphan yang menyambut umpan sepak pojok.

Unggul dua gol, anak asuh Choketawee Promrut tak mengendurkan serangan. Bahkan, mereka nyaris mencetak gol ketiga lewat Rungrat namun berhasil ditepis Teguh.

Indonesia mencoba menebar ancaman melalui tendangan kaki kiri Paulo Sitanggang dari luar kotak penalti, namun masih tidak menemui sasaran. Hingga babak pertama usai, skor tetap 2-0 untuk Thailand.

Memasuki babak kedua, Garuda Muda mencoba tampil lebih agresif. Namun upaya mereka masih bisa diredam skuad asuhan Choketawee Promrut. Bahkan, Gajah Perang berhasil mencetak gol kembali pada menit ke-51, melalui sundulan Rungrat. Skor menjadi 3-0.

Lima menit berselang giliran Narubadin Weerawatnodom yang menjebol gawang Teguh. Skor 4-0.

Indonesia mencoba membangun serangan namun masih mudah dibaca barisan pertahanan tim Gajah Perang. Songkrasin mencoba memberikan ancaman lewat tendangan kaki kanannya. Namun kali masih belum berbuah gol.

Songkrasin akhirnya membuat Indonesia semakin hancur lewat golnya pada menit ke-89. Skor pun menjadi 5-0 untuk keunggulan Thailand.

Pada masa perpanjangan waktu, Syaiful Indra memberikan ancaman lewat tendangan kerasnya. Tapi masih bisa ditepis Sae Ear Chanin. Hingga pertandingan berakhir, skor tetap masih 5-0 untuk Gajah Perang.

Dengan demikian, Thailand yang akan menantang Myanmar pada partai final di Stadion Nasional pada Senin (15/6). Sementara Indonesia akan menghadapi Vietnam untuk memperebutkan medali perunggu alias juara ketiga. Hasil ini pun sekaligus memperpanjang paceklik gelar Garuda Muda sejak 24 tahun terakhir.

Susunan pemain kedua tim:

Thailand U-23: Sae Ear Chanin; Notechaiya, Daosawang, Weerawatnodom, Tanaboon Kesarat (Promrak 65); Sarach Yooyen (Siwakorn 62), Thitipan Puangjan, Chanathip Songkrasin, Rungrat Phumichantuk; Nurul Sriyankem, Chananan Pombubpha (Samphaodi 69)

Indonesia U-23: Teguh Amiruddin; Vava Mario (Zalnando 62), Syaiful Indra, Manahati Lestusen, Hansamu Yama; Evan Dimas, Zulfiandi, Adam Alis, Ahmad Nufiandani, Paulo Sitanggang (M. Hargianto 65); Yandi Sofyan (Muchlis 51)

Aditya Wicaksana WP

back to top