Menu
Teroris mencoba mengebom Masjidil Haram

Teroris mencoba mengebom Masjidil H…

Makkah-KoPi| Aksi teroris...

Segera daftarkan kompetisi usaha kreatif  SOPREMA sebelum tutup 9 Juli 2017

Segera daftarkan kompetisi usaha kr…

Jogja–KoPi| Ratusan peser...

Mosul segera akan dibebaskan dari cengkeraman ISIS

Mosul segera akan dibebaskan dari c…

Baghdad-KoPi| Pembebasan ...

Instagram desainer muslimah Jogja kena hack

Instagram desainer muslimah Jogja k…

Yogyakarta-KoPi | Akun me...

Basarnas minta masayarakat cepat hubungi lewat Call Center 115 bila ada masalah

Basarnas minta masayarakat cepat hu…

Bantul-KoPi|Plt Kepala Ba...

KASAD SAFARI RAMADAHAN DI AKADEMI MILITER

KASAD SAFARI RAMADAHAN DI AKADEMI M…

Akmil – Kepala Staf Angka...

Basarnas siagakan anggotanya mengawal liburan Idul Fitri1438

Basarnas siagakan anggotanya mengaw…

Bantul-KoPi|Badan SAR Nas...

PLN janjikan tak ada pemadaman listrik selama lebaran di Jateng dan DIY

PLN janjikan tak ada pemadaman list…

Jogja-KoPI|PLN Jawa Tenga...

Inilah 5 alasan PLN mencabut subsidi istrik

Inilah 5 alasan PLN mencabut subsid…

Jogja-KoPi| Audi Damal, M...

Wakil Rektor UMP jadi Doktor ke-40 UMY

Wakil Rektor UMP jadi Doktor ke-40 …

Bantul-KoPi| Wakil Rektor...

Prev Next

Tewasnya mahasiswa Maluku diduga melibatkan tiga anggota Polda DIY

Tewasnya mahasiswa Maluku diduga melibatkan tiga anggota Polda DIY

Sleman-KoPi|Tewasnya mahasiswa Maluku dalam kasus kekerasan di Kedai Kopi Ibrik, Barbasari, Jum'at (9/6) diduga melibatkan tiga anggota Polda DIY.

Kapolsek Depok Barat,Sukirin Hariyanto menerangkan kekerasan yang berujung ke hilangnya nyawa salah seorang mahasiswa dengan inisial MD dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta,membawa dugaan keterlibatan 3 anggota Polda pada kekerasan ini

"Kejadian kemarin dinihari melibatkan rekan-rekan maluku dan beberapa oknum yang diduga dari anggota Dalmas Polda DIY,"katanya saat dijumpai di Kantor Polsek Depok Barat,Sabtu (10/6)

Kronologi kejadian kekerasan mahasiswa tersebut dimulai sekitar pukul 2.30 Jumat dini hari dirinya mendapati Korban MD dan rekannya yang sudah kesakitan bersama tiga Anggota Pengendali Massa (Dalmas) Polda DIY di Kantor Polsek Depok Barat.

Melihat kondisi korban yang sudah kesakitan dan kondisi MD yang berada dalam kondisi pingsan disertai kejang-kejang, ia pun memerintahkan agar kedua korban segera dilarikan ke RS Bhayangkara. Meski demikian korban MD tidak menunjukkan kondisi membaik,dan menunjukkan kondisi kritis.

Korban MD pun dibawa ke RS Sardjito di siang harinya. Namun pada pukul 13.15, korban dinyatakan meninggal dunia.

Sukirin menegaskan anggotanya tidak terlibat dengan tindak kekerasan tersebut. Kasus ini diduga terkait dengan tiga anggota Satuan Dalmas Direktorat Samapta Bhayangkara (Ditsabhara) Polda DIY.

Kasus ini pu n menurutnya sudah ditangani pihak Polda yang akan mengusut tiga anggota Dalmas Sabhara. Mereka akan diperiksa dalam dugaan pelanggaran etik dan disiplin.

"Karena dugaan ini anggota polisi Polda,maka urusannya harus bersama Direskimum Polda. Nantinya penanganan kode etik dan disiplin itu ditangani oleh Propam Polda,"tambahnya.

Sementara itu dari pihak Polda sendiri belum bisa dimintai keterangan atas kejadian ini. Beberapa kali telepon ke Polda dialihkan dan tidak dijawab,dan pihak Direskimum dan Propam saat didatangi ke Polda masih dalam kondisi kantor tertutup.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top