Menu
Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Australia 1972 cacat hukum

Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Austr…

Kupang-KoPi| Penulis Bu...

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tidur untuk pertanian

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tid…

Akademi Militer - Gubernu...

Gus Ipul berharap semua terbiasa baca shalawat

Gus Ipul berharap semua terbiasa ba…

  Surabaya-KoPi| Wa...

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Sleman-KoPi| Universita...

Teliti isu multikultur dalam film Indonesia

Teliti isu multikultur dalam film I…

Bantul-KoPi| Sejarah pe...

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Sektor UMKM

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Se…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan kedaulatan Laut Timor

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan k…

Kupang-KoPi|Pembela nel...

Kapolda DIY segera lakukan operasi pasar kontrol harga beras

Kapolda DIY segera lakukan operasi …

Sleman-KoPi|Kepala Pold...

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY digeser

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY d…

Sleman-KoPi|Polda DIY m...

Pengedar Sabu di Sleman berhasil ditangkap jajaran Polres Sleman

Pengedar Sabu di Sleman berhasil di…

Sleman-KoPi| Satuan res...

Prev Next

Tewasnya mahasiswa Maluku diduga melibatkan tiga anggota Polda DIY

Tewasnya mahasiswa Maluku diduga melibatkan tiga anggota Polda DIY

Sleman-KoPi|Tewasnya mahasiswa Maluku dalam kasus kekerasan di Kedai Kopi Ibrik, Barbasari, Jum'at (9/6) diduga melibatkan tiga anggota Polda DIY.

Kapolsek Depok Barat,Sukirin Hariyanto menerangkan kekerasan yang berujung ke hilangnya nyawa salah seorang mahasiswa dengan inisial MD dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta,membawa dugaan keterlibatan 3 anggota Polda pada kekerasan ini

"Kejadian kemarin dinihari melibatkan rekan-rekan maluku dan beberapa oknum yang diduga dari anggota Dalmas Polda DIY,"katanya saat dijumpai di Kantor Polsek Depok Barat,Sabtu (10/6)

Kronologi kejadian kekerasan mahasiswa tersebut dimulai sekitar pukul 2.30 Jumat dini hari dirinya mendapati Korban MD dan rekannya yang sudah kesakitan bersama tiga Anggota Pengendali Massa (Dalmas) Polda DIY di Kantor Polsek Depok Barat.

Melihat kondisi korban yang sudah kesakitan dan kondisi MD yang berada dalam kondisi pingsan disertai kejang-kejang, ia pun memerintahkan agar kedua korban segera dilarikan ke RS Bhayangkara. Meski demikian korban MD tidak menunjukkan kondisi membaik,dan menunjukkan kondisi kritis.

Korban MD pun dibawa ke RS Sardjito di siang harinya. Namun pada pukul 13.15, korban dinyatakan meninggal dunia.

Sukirin menegaskan anggotanya tidak terlibat dengan tindak kekerasan tersebut. Kasus ini diduga terkait dengan tiga anggota Satuan Dalmas Direktorat Samapta Bhayangkara (Ditsabhara) Polda DIY.

Kasus ini pu n menurutnya sudah ditangani pihak Polda yang akan mengusut tiga anggota Dalmas Sabhara. Mereka akan diperiksa dalam dugaan pelanggaran etik dan disiplin.

"Karena dugaan ini anggota polisi Polda,maka urusannya harus bersama Direskimum Polda. Nantinya penanganan kode etik dan disiplin itu ditangani oleh Propam Polda,"tambahnya.

Sementara itu dari pihak Polda sendiri belum bisa dimintai keterangan atas kejadian ini. Beberapa kali telepon ke Polda dialihkan dan tidak dijawab,dan pihak Direskimum dan Propam saat didatangi ke Polda masih dalam kondisi kantor tertutup.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top