Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Tes prediksi kematian

Tes prediksi kematian

Findlandia-KoPi, Sebuah tes darah sederhana dapat memprediksikan jika seseorang akan meninggal lima tahun kemudian—bahkan walaupun saat ini mereka sangat sehat.

Para ilmuwan di Finlandia dan Estonia menyatakan bahwa mereka kini telah menciptakan “tes kematian” untuk memprediksi peluang kematian seseorang berdasarkan kondisi medisnya.


Tes ini mengenalkan empat penanda biologis yang dengan kuat mengindikasikan resiko kematian dari penyakit apapun di waktu mendatang yang amat dekat.
Penanda biologis ini adalah molekul biologis, gen atau karakteristik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi keadaan, kondisi dan penyakit biologis itu sendiri.


Dr. Johannes Kettunen dari Institut Ilmu Pengobatan Molekuler Finlandia menyatakan:”Yang menarik adalah penanda biologis ini mencerminkan resiko kematian dari berbagai macam penyakit yang sangat berbeda-beda seperti penyakit jantung atau kanker. Penanda biologis tersebut seperti menjadi tanda dari kelemahan umum dalam tubuh manusia.”


Tim ilmuwan ini sekarang tengah mengadakan riset untuk meneliti apakah ada faktor keterkaitan antara penanda biologis satu dengan yang lainnya.


“Kami percaya bahwa di waktu yang akan datang pengukuran ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi manusia yang terlihat sehat tetapi pada kenyataannya ia mengidap penyakit serius dan pengukuran ini dapat membantu mereka untuk mendapatkan perawatan yang semestinya. Namun, masih perlu dilakukan lebih banyak riset sebelum penemuan ini bisa diimplementasikan dalam praktek klinis.”


(Ana Puspita Sari)
Sumber: The Independent

back to top