Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Tes prediksi kematian

Tes prediksi kematian

Findlandia-KoPi, Sebuah tes darah sederhana dapat memprediksikan jika seseorang akan meninggal lima tahun kemudian—bahkan walaupun saat ini mereka sangat sehat.

Para ilmuwan di Finlandia dan Estonia menyatakan bahwa mereka kini telah menciptakan “tes kematian” untuk memprediksi peluang kematian seseorang berdasarkan kondisi medisnya.


Tes ini mengenalkan empat penanda biologis yang dengan kuat mengindikasikan resiko kematian dari penyakit apapun di waktu mendatang yang amat dekat.
Penanda biologis ini adalah molekul biologis, gen atau karakteristik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi keadaan, kondisi dan penyakit biologis itu sendiri.


Dr. Johannes Kettunen dari Institut Ilmu Pengobatan Molekuler Finlandia menyatakan:”Yang menarik adalah penanda biologis ini mencerminkan resiko kematian dari berbagai macam penyakit yang sangat berbeda-beda seperti penyakit jantung atau kanker. Penanda biologis tersebut seperti menjadi tanda dari kelemahan umum dalam tubuh manusia.”


Tim ilmuwan ini sekarang tengah mengadakan riset untuk meneliti apakah ada faktor keterkaitan antara penanda biologis satu dengan yang lainnya.


“Kami percaya bahwa di waktu yang akan datang pengukuran ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi manusia yang terlihat sehat tetapi pada kenyataannya ia mengidap penyakit serius dan pengukuran ini dapat membantu mereka untuk mendapatkan perawatan yang semestinya. Namun, masih perlu dilakukan lebih banyak riset sebelum penemuan ini bisa diimplementasikan dalam praktek klinis.”


(Ana Puspita Sari)
Sumber: The Independent

back to top