Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Terungkapnya misteri punahnya dinosaurus

Terungkapnya misteri punahnya dinosaurus

KoPi│Dinosaurus, hewan bertubuh besar yang sering mengundang tanya dibenak manusia. Keberadaan dan kepunahan mereka masih menjadi misteri hingga saat ini.

Menurut sebuah penelitian baru yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings US National Academy of Sciences, jumlah Dinosaurus telah mengalami penurunan puluhan juta tahun sebelum dampak asteroid terjadi, yang akhirnya menyebabkan kepunahan mereka.

Beberapa ilmuwan sebelumnya berpikir bahwa dinosaurus hidup dan berkembang biak 66 juta tahun yang lalu, hingga mereka musnah karena dampak asteroid yang besar.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh para peneliti Inggris menemukan spesies dinosaurus mengalami awal kepunahan 50 juta tahun sebelum asteroid menghantam apa yang sekarang disebut dengan Teluk Meksiko.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings US National Academy of Sciences, didasarkan pada analisis statistik canggih dan informasi dari catatan fosil.

"Kami tidak menyangka hasilnya akan seperti ini. Sementara dampak asteroid masih merupakan penyebab utama punahnya dinosaurus, ini jelas bahwa mereka telah melewati evolusi yang pertama," Manabu Sakamoto dari Ketua peneliti dari University of Reading,

"Hal ini menunjukkan bahwa selama puluhan juta tahun sebelum kepunahan mereka, dinosaurus mulai kehilangan batas mereka sebagai spesies dominan di Bumi."

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa Dinosaurus berleher panjang (dinosaurus sauropoda) mengalami penurunan tercepat, sedangkan theropoda dan kelompok dinosaurus yang mencakup ikon Tyrannosaurus rex mengalami penurunan bertahap.

Faktor-faktor yang mungkin dapat mempengaruhi penurunan dinosaurus ini adalah berpisahnya daratan benua yang ada, aktivitas gunung berapi yang berkelanjutan dan faktor ekologi lainnya.

Para peneliti mengatakan bahwa hal yang menggembirakan dari musnahnya dinosaurus kemungkinan adalah munculnya mamalia di Bumi.

"Penurunan dinosaurus akan meninggalkan banyak ruang untuk mamalia, kelompok spesiesnya termasuk manusia, yang berkembang dan menggantikan dinosaurus sebagai hewan yang dominan di bumi," kata ketua penulis, Chris Venditti, ahli biologi evolusi dari University of Reading.

Hasil ini juga mungkin memberikan wawasan terhadap hilangnya keanekaragaman hayati pada masa depan.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa jika kelompok hewan mengalami kepunahan yang lebih cepat dibandingkan perkembangbiakannya, maka mereka rentan mengalami kepunahan setelah bencana besar terjadi," kata Sakamoto.

"Hal ini memiliki implikasi besar bagi keanekaragaman hayati kita saat ini dan masa depan, mengingat kepunahan yang mungkin akan terjadi lebih cepat karena perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia." │xinhua.net

back to top