Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Terungkap, ISIS bentukan Mossad

Terungkap, ISIS bentukan Mossad
KoPi- Mantan karyawan  National Security Agency (NSA) Amerika Serikat, Edward Snowden,  mengungkapkan bahwa intelijen Inggris , Amerika dan Mossad bekerja sama untuk menciptakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Snowden mengatakan badan intelijen tiga negara tersebut menciptakan sebuah organisasi teroris yang mampu menarik semua ekstrimis dunia di satu tempat, dengan menggunakan strategi yang disebut "sarang lebah".

Dokumen NSA mengacu pada implementasi terbaru dari sarang lebah untuk melindungi entitas Zionis dengan menciptakan slogan-slogan agama dan Islam.

Menurut dokumen yang dirilis oleh Snowden, "Satu-satunya solusi untuk melindungi negara Yahudi" adalah untuk menciptakan musuh dekat perbatasannya ".

Bocoran itu mengungkapkan bahwa pemimpin ISIS dan ulama Abu Bakr Al Baghdadi melakukan latihan militer secara intensif selama satu tahun di bawah bimbingan Mossad, selain kursus teologi dan seni pidato.

Irfan Ridlowi

Sumber: Global Research

back to top