Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Terungkap, ISIS bentukan Mossad

Terungkap, ISIS bentukan Mossad
KoPi- Mantan karyawan  National Security Agency (NSA) Amerika Serikat, Edward Snowden,  mengungkapkan bahwa intelijen Inggris , Amerika dan Mossad bekerja sama untuk menciptakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Snowden mengatakan badan intelijen tiga negara tersebut menciptakan sebuah organisasi teroris yang mampu menarik semua ekstrimis dunia di satu tempat, dengan menggunakan strategi yang disebut "sarang lebah".

Dokumen NSA mengacu pada implementasi terbaru dari sarang lebah untuk melindungi entitas Zionis dengan menciptakan slogan-slogan agama dan Islam.

Menurut dokumen yang dirilis oleh Snowden, "Satu-satunya solusi untuk melindungi negara Yahudi" adalah untuk menciptakan musuh dekat perbatasannya ".

Bocoran itu mengungkapkan bahwa pemimpin ISIS dan ulama Abu Bakr Al Baghdadi melakukan latihan militer secara intensif selama satu tahun di bawah bimbingan Mossad, selain kursus teologi dan seni pidato.

Irfan Ridlowi

Sumber: Global Research

back to top