Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Ternyata Eropa, penyubur rasisme dan Islamofobia

foto: theguardian.com foto: theguardian.com

Sekitar 30.000 penduduk Jerman melakukan demonstrasi di jalanan Kota Dreshden membawa simbol anti Islam. Sebagian membawa gambar-gambar masjid yang disilang merah, sebagian lain meneriakkan yel-yel anti-Islamisasi. Mereka menuduh Islam sebagai ancaman di Jerman dan Eropa.

Ada senator Jerman, dikutip dari artikel theguardian, menyebut Islam telah melakukan 'dumbing down' Jerman atau makin membuat Jerman bodoh. Ada juga partai politik yang menuduh Islam mencuri tanah-tanah di Jerman (Eropa).

Jerman pernah memiliki sejarah kelam terkait rasisme di bawah Nazi. Kini negara yang pernah terpisah antara Jerman Barat dan Timur ingin mengulanginya dalam bentuk berbeda. Mereka menciptakan represi, intimidasi dan kebencian terhadap kelompok minoritas muslim.

Kekerasan dari satu kelompok menyerang media Charlie Hebdo yang rajin mendeskriditkan agama-agama, termasuk Islam, merupakan konsekuensi ketidakpahaman dan ketidakpekaan mereka terhadap nilai-nilai keyakinan agama. Paus pun menyatakan, dalam wawancara dikutip Dailymail, bahwa seseorang tidak boleh menghina keyakinan orang lain. Paus menekankan bahwa kebebasan memiliki batasnya.

Marshal Rosenbergh filosof kekerasan, menjelaskan bahwa kekerasan hadir tidak hanya dalam bentuk pembunuhan atau perusakan namun hinaan, pelecehan sampai stigma. Charlie Hebdo adalah sumber lingkaran kekerasan, namun sok merasa beradab, merasa manusiawi. Mereka berada pada jalur paradoksal yang kumuh. Oleh karenanya, paska serangan terhadap kantornya, Charlie Hebdo kembali mereproduksi kekerasan dengan tayangan kover jurnalnya yang menghina agama (Islam).

Kita masih ingat, Indonesia pernah berada dalam kebiri kolonialisme Eropa melalui Belanda. Perlakuan sadis, ketidaksenonohan, dan penghinaan terhadap hidup orang Asia sering terjadi. Mereka melakukan perbudakan, menghina para pribumi sebagai hewan yang diperas keringatnya sambil dicambuk sampai kulit terkelupas. Saat ini, karakter yang sama hendak dibangun.

Masyarakat Eropa saat ini sedang memperlihatkan siapa diri mereka sesungguhnya. Apakah merupakan masyarakat yang rasis, yang menjadi sumber kekerasan. Atau, masyarakat yang sungguh humanis, yang mampu memutus rantai kekerasan dengan menginsyafi kesombongan, rasisme dan fobia payah.

back to top