Menu
Narsisme Politik dan Arsitektur Kemerdekaan

Narsisme Politik dan Arsitektur Kem…

Dewasa ini, kita sering d...

Komunitas Kali Bersih Magelang: Merdekakan Sungai Dari Sampah

Komunitas Kali Bersih Magelang: Mer…

Magelang-KoPi| Komunitas ...

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap rakitan sendiri ke Kompetisi Internasional

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap r…

Sleman-KoPi|Tim Bimasakti...

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam Tan buat ketan merah putih 17 meter

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam …

Jogja-KoPi|Untuk memperin...

Daging Kurban Disembelih Tidak Benar, Hukumnya Haram

Daging Kurban Disembelih Tidak Bena…

YOGYAKARTA, 15 AGUSTUS 20...

Serah Terima Jabatan Kepala Kantor SAR Yogyakarta

Serah Terima Jabatan Kepala Kantor …

YOGYAKARTA - Senin (14/08...

Penyadang disabilitas merasa diperlakukan tidak adil oleh pemerintah

Penyadang disabilitas merasa diperl…

Sleman-KoPi| Organisasi P...

Organisasi Penyandang Difabel ajak masyarakat kawal PP penyandang Difabel

Organisasi Penyandang Difabel ajak …

Sleman-KoPi| Organisasi P...

PCNU Sleman gelar aksi selamatkan Madrasah Diniyah dari Full Day School

PCNU Sleman gelar aksi selamatkan M…

Sleman-KoPi|Koalisi Masya...

Paket umrah 15-17 juta berpotensi tipu calon jemaah

Paket umrah 15-17 juta berpotensi t…

Jogja-KoPi|Kepala Kanwil ...

Prev Next

Ternyata cowok ganteng kualitas spermanya jelek

Ternyata cowok ganteng kualitas spermanya jelek

KoPi| Para wanita yang ingin punya anak dari pria macho tampaknya harus memikirkan ulang pilihan mereka. Pasalnya, baru-baru ini peneliti menemukan bukti adanya hubungan laki-laki dengan figur tubuh maskulin dengan kualitas sperma yang rendah.

Penelitian ini didasarkan pada studi sebelumnya yang menyebutkan tingginya kadar hormon testosteron pada pria justru bisa menghambat produksi sperma.

“Ini merupakan demonstrasi pertama terhadap fenomena tersebut,” ungkap Dr. Jukka Kekalainen, dari Centre for Evolutionary Biologi University of Australia, seperti dilaporkan huffingtonpost.com.

Dalam studi yang dipublikasikan di Journal of Evolutionary Biology edisi September 2014, tim peneliti melakukan analisa terhadap sperma 50 orang mahasiswa kulit putih dari University of Valencia. Kemudian, foto mereka ditunjukkan pada pria dan wanita heteroseksual berusia 20 tahun dari Spanyol, Australia, dan Kolumbia, baik kulit hitam maupun kulit putih. Mereka diminta untuk menliai penampilan kelimapuluh mahasiswa tersebut dan potensi dalam menjalin hubungan dengan subyek penelitian.

Selain itu, para peneliti juga melakukan analisa antropometrik pada karakteristik wajah kelimapuluh subyek penelitian. Peneliti juga menganalisa pergerakan, morfologi, dan konsentrasi sperma dari kelimapuluh subyek.

 

Hasilnya, peneliti menemukan hubungan antara ketampanan dengan kualitas sperma. Meski demikian, Kekalainen mengatakan masih perlu studi lebih lanjut untuk membuktikan penyebab dan mekanisme di balik penemuan ini.

 

back to top