Menu
Gus Ipul Apresiasi Program Kepemilikan Rumah Bagi Driver Gojek

Gus Ipul Apresiasi Program Kepemili…

Surabaya-KoPi| Wakil Gu...

Akbar Tanjung: Munaslub cara utama selamatkan Golkar

Akbar Tanjung: Munaslub cara utama …

Sleman-KoPi| Wakil Dewa...

Siswa di Bantul diduga terjangkit Difetri

Siswa di Bantul diduga terjangkit D…

Sleman-KoPi| Satu siswa...

Peneliti mendeteksi tanah merekah di Yogyakarta

Peneliti mendeteksi tanah merekah d…

Jogja-KoPi|Dua akademisi ...

Pakde Karwo Minta Kepala OPD Gunakan Tradisi Intelektual Pada Budaya Kerja

Pakde Karwo Minta Kepala OPD Gunaka…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Wujudkan Kecintaan Nabi Muhammad, Gus Ipul Baca “Duhai Kanjeng Nabi”

Wujudkan Kecintaan Nabi Muhammad, G…

Surabaya-KoPi| Mewujudk...

Pemkot Yogyakarta tidak akan terima masukan masyarakat sebagai pribadi

Pemkot Yogyakarta tidak akan terima…

Jogja-KoPi|Wakil Wali Kot...

Pemuda peduli Pemilu

Pemuda peduli Pemilu

Jogja-KoPi| Partsipasi ...

Laksda Arie Soedewo: Laut Indonesia belum terkelola baik

Laksda Arie Soedewo: Laut Indonesia…

Sleman-KoPi|Kepala Bada...

UMKM Foords Plaza Geldboom

UMKM Foords Plaza Geldboom

Surabaya -KoPi| Artis p...

Prev Next

Ternyata cowok ganteng kualitas spermanya jelek

Ternyata cowok ganteng kualitas spermanya jelek

KoPi| Para wanita yang ingin punya anak dari pria macho tampaknya harus memikirkan ulang pilihan mereka. Pasalnya, baru-baru ini peneliti menemukan bukti adanya hubungan laki-laki dengan figur tubuh maskulin dengan kualitas sperma yang rendah.

Penelitian ini didasarkan pada studi sebelumnya yang menyebutkan tingginya kadar hormon testosteron pada pria justru bisa menghambat produksi sperma.

“Ini merupakan demonstrasi pertama terhadap fenomena tersebut,” ungkap Dr. Jukka Kekalainen, dari Centre for Evolutionary Biologi University of Australia, seperti dilaporkan huffingtonpost.com.

Dalam studi yang dipublikasikan di Journal of Evolutionary Biology edisi September 2014, tim peneliti melakukan analisa terhadap sperma 50 orang mahasiswa kulit putih dari University of Valencia. Kemudian, foto mereka ditunjukkan pada pria dan wanita heteroseksual berusia 20 tahun dari Spanyol, Australia, dan Kolumbia, baik kulit hitam maupun kulit putih. Mereka diminta untuk menliai penampilan kelimapuluh mahasiswa tersebut dan potensi dalam menjalin hubungan dengan subyek penelitian.

Selain itu, para peneliti juga melakukan analisa antropometrik pada karakteristik wajah kelimapuluh subyek penelitian. Peneliti juga menganalisa pergerakan, morfologi, dan konsentrasi sperma dari kelimapuluh subyek.

 

Hasilnya, peneliti menemukan hubungan antara ketampanan dengan kualitas sperma. Meski demikian, Kekalainen mengatakan masih perlu studi lebih lanjut untuk membuktikan penyebab dan mekanisme di balik penemuan ini.

 

back to top