Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Terkurung dan terlantar di perkampungan kumuh Ebola

Terkurung dan terlantar di perkampungan kumuh Ebola
West Point-KoPi- Merasa terkurung dan terlantar ketika di negara sendiri merupakan keadaan yang sedang dirasakan oleh warga West Point, sebuah perkampungan kumuh di Monrovia, ibukota Liberia.

Pasukan keamanan Liberia telah memberlakukan karantina di West Point. Dengan menggunakan potongan kayu dan kawat berduri mereka mengurung kurang lebih 50.000 orang yang belum pasti semua terinveksi virus Ebola.

Upaya karantina tersebut merupakan salah satu bentuk usaha pemerintah dalam menahan penyebaran virus Ebola yang kini telah menewaskan setidaknya 1.350 orang terhitung diseluruh Afrika Barat. 

Ratusan warga kumuh menjadi marah dan bentrok dengan pasukan bersenjata karena merasa disalahkan, dikucilkan, dan dirampas haknya oleh pemerintah yang dianggap telah gagal menangani warganya yang terkena virus Ebola. 

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan jumlah korban tewas meningkat paling cepat di Liberia, yang kini menyumbang setidaknya 576 korban dari jumlah kematian yang ada. 

Sebuah pendataan baru memberitahukan, sebanyak 2.473 orang telah terjangkit virus Ebola di Afrika Barat. 

Badan kesehatan PBB (WHO) juga memberitahukan adanya kekurangan makanan, air, dan bahan kebutuhan pokok lainnya di West Point.

Irfan. R

Sumber : news.com

back to top