Menu
Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Prev Next

Terkurung dan terlantar di perkampungan kumuh Ebola

Terkurung dan terlantar di perkampungan kumuh Ebola
West Point-KoPi- Merasa terkurung dan terlantar ketika di negara sendiri merupakan keadaan yang sedang dirasakan oleh warga West Point, sebuah perkampungan kumuh di Monrovia, ibukota Liberia.

Pasukan keamanan Liberia telah memberlakukan karantina di West Point. Dengan menggunakan potongan kayu dan kawat berduri mereka mengurung kurang lebih 50.000 orang yang belum pasti semua terinveksi virus Ebola.

Upaya karantina tersebut merupakan salah satu bentuk usaha pemerintah dalam menahan penyebaran virus Ebola yang kini telah menewaskan setidaknya 1.350 orang terhitung diseluruh Afrika Barat. 

Ratusan warga kumuh menjadi marah dan bentrok dengan pasukan bersenjata karena merasa disalahkan, dikucilkan, dan dirampas haknya oleh pemerintah yang dianggap telah gagal menangani warganya yang terkena virus Ebola. 

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan jumlah korban tewas meningkat paling cepat di Liberia, yang kini menyumbang setidaknya 576 korban dari jumlah kematian yang ada. 

Sebuah pendataan baru memberitahukan, sebanyak 2.473 orang telah terjangkit virus Ebola di Afrika Barat. 

Badan kesehatan PBB (WHO) juga memberitahukan adanya kekurangan makanan, air, dan bahan kebutuhan pokok lainnya di West Point.

Irfan. R

Sumber : news.com

back to top