Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Terbukti pelanggaran, 'kupon undian' bisa batalkan paslon

Terbukti pelanggaran, 'kupon undian' bisa batalkan paslon

Jogjakarta-KoPi| Beredarnya kupon undian di wilayah Sleman menjelang pilkada serentak 9 Desember telah ditindaklanjuti oleh panitia pengawas pemilu. Indikasi pelanggaran kampanye di masa tenang dilakukan oleh salah pasangan calon pilkada Sleman.

Kupon tersebut menjanjikan hadiah mobil dan sepeda motor bagi pemenang undian.
Menurut Bagian supervisi Bawaslu wilayah Sleman, Bagus Sarwono menjelaskan pihak kepolisian tengah mengusut penemuan tersebut.

Pada kemarin malam Selasa tanggal 8 Desember 2015, pihak kepolisian telah mengamankan enam orang yang diduga pengedar kupon undian tersebut.

“Persoalan kupon sudah dikoordinasikan dengan Panwas. Sudah ada nama pengedarnya, itu sudah dikantongi oleh kepolisian tadi malam. Mereka melakukan investigasi terhadap enam orang tentang kupon,” jelas Bagus saat konferensi pers di Kantor Bawaslu DIY pukul 17.00 WIB.

Tindak lanjut kasus kupon akan diproses berdasarkan KUHP Pasal 149 mengenai money politics. Jika hasil pengadilan nanti terbukti sebagai pelanggaran kampanye di masa tenang, saksi terberat paslon terancam batal.

“Kalau terbukti di pengadilan sanksinya bisa membatalkan calon. Karena melanggar kampanye di masa tenang. Bisa dibatalkan dengan undang-undang,” tambah Bagus.

Sementara untuk klaim paslon terkait kupon undian untuk simpatisan dan kalangan internal paslon, Bagus tidak berkomentar banyak. Bagus menyerahkan kewenangan kepada pihak kepolisian.

“Klaim ini untuk pihak internal. Ini dilimpahkan ke kepolisian. Polisi yang bisa memanggil,” pungkas Bagus. |Winda Efanur FS|

back to top