Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Terbukti pelanggaran, 'kupon undian' bisa batalkan paslon

Terbukti pelanggaran, 'kupon undian' bisa batalkan paslon

Jogjakarta-KoPi| Beredarnya kupon undian di wilayah Sleman menjelang pilkada serentak 9 Desember telah ditindaklanjuti oleh panitia pengawas pemilu. Indikasi pelanggaran kampanye di masa tenang dilakukan oleh salah pasangan calon pilkada Sleman.

Kupon tersebut menjanjikan hadiah mobil dan sepeda motor bagi pemenang undian.
Menurut Bagian supervisi Bawaslu wilayah Sleman, Bagus Sarwono menjelaskan pihak kepolisian tengah mengusut penemuan tersebut.

Pada kemarin malam Selasa tanggal 8 Desember 2015, pihak kepolisian telah mengamankan enam orang yang diduga pengedar kupon undian tersebut.

“Persoalan kupon sudah dikoordinasikan dengan Panwas. Sudah ada nama pengedarnya, itu sudah dikantongi oleh kepolisian tadi malam. Mereka melakukan investigasi terhadap enam orang tentang kupon,” jelas Bagus saat konferensi pers di Kantor Bawaslu DIY pukul 17.00 WIB.

Tindak lanjut kasus kupon akan diproses berdasarkan KUHP Pasal 149 mengenai money politics. Jika hasil pengadilan nanti terbukti sebagai pelanggaran kampanye di masa tenang, saksi terberat paslon terancam batal.

“Kalau terbukti di pengadilan sanksinya bisa membatalkan calon. Karena melanggar kampanye di masa tenang. Bisa dibatalkan dengan undang-undang,” tambah Bagus.

Sementara untuk klaim paslon terkait kupon undian untuk simpatisan dan kalangan internal paslon, Bagus tidak berkomentar banyak. Bagus menyerahkan kewenangan kepada pihak kepolisian.

“Klaim ini untuk pihak internal. Ini dilimpahkan ke kepolisian. Polisi yang bisa memanggil,” pungkas Bagus. |Winda Efanur FS|

back to top