Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Terapi Radiologi percepat penyembuhan kanker dan kelainan pembuluh darah jantung

Terapi Radiologi percepat penyembuhan kanker dan kelainan pembuluh darah jantung

Jogja-KoPi│ Dr. DR Bagas Woto, Penanggung Jawab Pelayanan Kedokteran Nuklir RS P Sardjito, mengatakan terapi radiologi yang benar dengan alat yang canggih dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan pasien kanker dan kelainan pembuluh darah jantung, saat jumpa pers Pertemuan Ilmiah Tahunan PDSRI XII di Royal Ambarukmo Hotel, Jumat (5/5).

 

Terapi radiologi yang memanfaatkan sinar x-ray dapat mempercepat kesembuhan pasien dengan pengetahuan dokter yang mumpuni dan alat yang canggih. Alat radiologi yang canggih dapat mendeteksi lebih awal penyakit yang diderita oleh pasien.

“Dengan alat yang canggih kita bisa melihat dan mendeteksi penyakit sejak awal. Keselamatan pasien menjadi lebih baik, dan pasien tidak menderita. Jangan sampai pasien menderita”, jelas Bagas.

Alat yang canggih juga memungkinkan pengobatan langsung ke sel target tanpa mengenai sel sekitarnya.

Namun, menurut Bagas terapi radiologi di Indonesia sangat kurang. Apalagi untuk menjangkau semua daerah dan wilayah yang ada di Indonesia. Padahal menurut Bagas sumber daya manusia Indonesia tidak kalah dengan asing. Namun sayangnya peralatan di Indonesia kurang mencukupi.

“Orang Indonesia pinter-pinter mengobatai, SDM kita tidak kalah, hanya kita kalah dalam alat-alat. Di luar negeri peralatan medis pajaknya dikurangi, harapannya peralatan kesehatan tidak usah menggunakan pajak”, kata Bagas.

Ia juga mengatakan penangan yang benar dari dokter dalam melakukan terapi radiologi juga dapat meningkatkan keamanan pasien dengan efek samping yang kecil.

“Radiologi terbaru ke arah terapi karena itu we know, see, and treat. Kita punya pengetahuan kita tahu pola penyakitnya, anatomi penyakitnya, tentunya kita bisa melakukan terapi yang lebih tepat sehingga keamanan pasien meningkat, kesembuhan pasien bisa lebih cepat dan efek sampingnya lebih sedikit”, jelasnya.

Tak hanya itu dokter radiologi di Indonesia juga kurang dan penyebarannya tidak merata. Bagas mengatakan jumlah dokter radiologi di Indonesia satu banding lima belas ribu. Sehingga perlu dilakukan pendidikan yang lebih dalam di bidang radiologi.

Ia juga mengingatkan kepada para dokter untuk mempelajari secara mendalam tentang radiologi sebelum melakukan pengobatan dengan terapi radiologi karena radiologi memiliki efek samping.

“Kalau tidak kompeten di bidang X-ray sebaiknya jangan, karena memiliki efek samping. Kalau kelebihan akan bahaya kalau sedikit akan memiliki efek genetik. Tapi jika dilakukan dengan benar akan mempercepat kesembuhan pasien”, pungkasnya.

back to top