Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Terapi Radiologi percepat penyembuhan kanker dan kelainan pembuluh darah jantung

Terapi Radiologi percepat penyembuhan kanker dan kelainan pembuluh darah jantung

Jogja-KoPi│ Dr. DR Bagas Woto, Penanggung Jawab Pelayanan Kedokteran Nuklir RS P Sardjito, mengatakan terapi radiologi yang benar dengan alat yang canggih dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan pasien kanker dan kelainan pembuluh darah jantung, saat jumpa pers Pertemuan Ilmiah Tahunan PDSRI XII di Royal Ambarukmo Hotel, Jumat (5/5).

 

Terapi radiologi yang memanfaatkan sinar x-ray dapat mempercepat kesembuhan pasien dengan pengetahuan dokter yang mumpuni dan alat yang canggih. Alat radiologi yang canggih dapat mendeteksi lebih awal penyakit yang diderita oleh pasien.

“Dengan alat yang canggih kita bisa melihat dan mendeteksi penyakit sejak awal. Keselamatan pasien menjadi lebih baik, dan pasien tidak menderita. Jangan sampai pasien menderita”, jelas Bagas.

Alat yang canggih juga memungkinkan pengobatan langsung ke sel target tanpa mengenai sel sekitarnya.

Namun, menurut Bagas terapi radiologi di Indonesia sangat kurang. Apalagi untuk menjangkau semua daerah dan wilayah yang ada di Indonesia. Padahal menurut Bagas sumber daya manusia Indonesia tidak kalah dengan asing. Namun sayangnya peralatan di Indonesia kurang mencukupi.

“Orang Indonesia pinter-pinter mengobatai, SDM kita tidak kalah, hanya kita kalah dalam alat-alat. Di luar negeri peralatan medis pajaknya dikurangi, harapannya peralatan kesehatan tidak usah menggunakan pajak”, kata Bagas.

Ia juga mengatakan penangan yang benar dari dokter dalam melakukan terapi radiologi juga dapat meningkatkan keamanan pasien dengan efek samping yang kecil.

“Radiologi terbaru ke arah terapi karena itu we know, see, and treat. Kita punya pengetahuan kita tahu pola penyakitnya, anatomi penyakitnya, tentunya kita bisa melakukan terapi yang lebih tepat sehingga keamanan pasien meningkat, kesembuhan pasien bisa lebih cepat dan efek sampingnya lebih sedikit”, jelasnya.

Tak hanya itu dokter radiologi di Indonesia juga kurang dan penyebarannya tidak merata. Bagas mengatakan jumlah dokter radiologi di Indonesia satu banding lima belas ribu. Sehingga perlu dilakukan pendidikan yang lebih dalam di bidang radiologi.

Ia juga mengingatkan kepada para dokter untuk mempelajari secara mendalam tentang radiologi sebelum melakukan pengobatan dengan terapi radiologi karena radiologi memiliki efek samping.

“Kalau tidak kompeten di bidang X-ray sebaiknya jangan, karena memiliki efek samping. Kalau kelebihan akan bahaya kalau sedikit akan memiliki efek genetik. Tapi jika dilakukan dengan benar akan mempercepat kesembuhan pasien”, pungkasnya.

back to top