Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Telaga penyejuk jiwa itu tinggal cerita

Telaga penyejuk jiwa itu tinggal cerita
Gresik – KoPi | Terik di kota Gresik, sudah bukan hal yang aneh untuk dirasakan. Kota yang memiliki deretan pabrik besar yang berada di daerah pantai Utara ini memang lekat dengan cuaca panas. Kota yang memiliki slogan Kota Santri ini ternyata menyimpan sebuah telaga. Telaga ini menjadi oase di tengah terik panas dan kepulan asap pabrik di Kota Gresik. Kita bisa duduk di bawah pohon tanpa merasakan panasnya matahari, seraya memancing atau sekedar memandangi air telaga tersebut.

Giri Wana Tirta atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Telaga Ngipik merupakan sebuah kawasan bekas penambangan tanah. Tanah tersebutmerupakan bahan baku semen oleh PT. Semen Gresik. Karena setiap hari dikeruk, akhirnya lahan itu menjadi sebuah kubangan besar yang luasnya mencapai puluhan hektar. Karena terus menerus terisi air hujan akhirnya bekas galian tersebut membentuk sebuah telaga.

Namun kawasan wisata asri ini harus kini ditutup oleh pengelolanya, PT Swabina Gatra, yang juga merupakan anak perusahaan PT. Semen Gresik. Penutupan kawasan wisata tersebut menimbulkan kekecewaan pada masyarakat Gresik. Padahal, masyarakat masih membutuhkan tempat yang sejuk di tengah teriknya matahari Kota Gresik.

Meski telah ditutup, hal itu tak mengurangi antusiasme warga Gresik untuk mengunjungi telaga Ngipik. Hal tersebut membuat M. Ismail, penjaga kawasan telaga Ngipik, membuka kembali telaga Ngipik secara pribadi.

“Habis gimana ya mbak, masyarakat sini kan juga masih butuh tempat hiburan. Jadi di sini saya jaga sendiri, saya urus sendiri,” tutur Ismail. PT Semen Gresik mengijinkan Ismail menjaga kawasan tersebut dan menarik biaya parkir, namun menyebutkan tidak bertanggungjawab atas kawasan tersebut. Dari hasil parkir kendaraan pengunjung, Ismail mengaku mendapat penghasilan lumayan. Pada akhir pekan Ismail bisa mendapatkan Rp 180.000 perharinya, dengan dikelola sendiri.

Beberapa masayarakat Gresik sendiri belum tahu mengenai penutupan telaha ini. Namun hal itu tidak mengurangi keceriaan mereka di tempat tersebut. “Aku belum tau siih, tapi ya sayang banget yaaa..” ujar Shinta, salah seorang pengunjung.

Beberapa pengunjung memanfaatkan telaga Ngipik untuk memancing. Pengunjung bebas memancing ikan yang ada di sana dan membawa pulang sebanyak yang mereka dapat. “Di sini enak mbak, gak panas, anginnya adem. Kalo udah jenuh sama pabrik ya saya ke sini aja sambil mancing,” ujar Andy, salah seorang karyawan pabrik di Gresik. Ia mengaku kerap mengunjungi telaga Ngipik walaupun sudah tahu perihal penutupannya.

Kawasan ini ramai dikunjungi warga Gresik dan sekitarnya, terutama pada akhir pekan. Masyarakat bisa piknik dan membawa bekal dari rumah sambil menikmati sejuknya kawasan telaga. Area yang masih asri dan luas membuat anak-anak bebas bermain.

Selain itu, telaga ini juga menjadi tempat berlatih atlet ski air Jawa Timur. Jika beruntung, pengunjung bisa menyaksikan para atlet tersebut berlatih. Tentunya pemandangan atlet berseluncur membelah birunya telaga mampu membuat pikiran segar dan lebih siap menghadapi kesibukan di hari berikutnya. | Labibah

back to top