Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Tega, Ayah bunuh anak kandungnya hanya karena hal remeh

Tega, Ayah bunuh anak kandungnya hanya karena hal remeh
Sulawesi – KoPi | Ayah adalah cinta pertama setiap anak perempuannya. Perjuangannya menjadi seorang ayah membentuk cinta yang erat dalam hati setiap anak. Namun, apa jadinya jika sosok ayah justru berbalik menjadi penyerang? Sungguh tega.

Di Sulawesi Selatan, sesosok ayat ditemukan warga di pinggir Jalan Adi Pallajareng, Desa Assorajang, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan pada hari Selasa (18/8). Mayat dengan identitas wanita bernama Maysi Angelia (19) telah disemayamkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RS Lamaddukelleng Sengkang).

Sebelumnya, Polisi menduga sosok mayat tersebut merupakan korban tewas karena kecelakaan lalu lintas. Namun setelah diperiksa lebih lanjut, korban meninggal secara tidak wajar, seperti yang diungkapkan  Kapolres Wajo AKBP M Guntur.

Selidik punya selidik, Maysi tewas disebabkan oleh cekikan seseorang. Dan ternyata ia dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri, HA, Lantaran kesal karena persoalan sepele remote TV.

“Saya sudah mau tidur, jadi saya tanya, kecilkan suara TV. Dia malah lempar saya remote tv, makanya saya emosi dan langsung usir, lalu kejar dia,” Tutur HA.

HA mengejar Maysi dan memboncengnya ke rumah neneknya di Dusun Empagae. Karena Maysi memberontak, HA yang saat itu sedang kesal menurunkan korban di pinggir Makam Taman Pahlawan. Ia kerap menempeleng korban sebanyak dua kali di pipi sebelah kanan.

Tidak puas dengan pelampiasan amarahnya, ayah tersebut mencekiknya dari belakang. “Saya cekik 30 menit. Masih berontak, saya injak lehernya hingga mukanya terbentur ke tanah,” ujar HA saat diintrogasi Polisi.

Melihat bahwa tubuh anaknya sudah tidak bernyawa, pelaku menyeret korban ke piinggir jalan dan menutupi jasadnya dengan semak-semak. Lalu ia kabur ke rumah rekannya di Kabupaten Bonde.

Tak lama HA ditangkap oleh pihak kepolisian. Menurut Guntur, motif pembunuhan tersebut murni karena kesal. Tidak ada motif pemerkosaan dan lain sebagainya. |Labibah|

back to top