Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Tega, Ayah bunuh anak kandungnya hanya karena hal remeh

Tega, Ayah bunuh anak kandungnya hanya karena hal remeh
Sulawesi – KoPi | Ayah adalah cinta pertama setiap anak perempuannya. Perjuangannya menjadi seorang ayah membentuk cinta yang erat dalam hati setiap anak. Namun, apa jadinya jika sosok ayah justru berbalik menjadi penyerang? Sungguh tega.

Di Sulawesi Selatan, sesosok ayat ditemukan warga di pinggir Jalan Adi Pallajareng, Desa Assorajang, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan pada hari Selasa (18/8). Mayat dengan identitas wanita bernama Maysi Angelia (19) telah disemayamkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RS Lamaddukelleng Sengkang).

Sebelumnya, Polisi menduga sosok mayat tersebut merupakan korban tewas karena kecelakaan lalu lintas. Namun setelah diperiksa lebih lanjut, korban meninggal secara tidak wajar, seperti yang diungkapkan  Kapolres Wajo AKBP M Guntur.

Selidik punya selidik, Maysi tewas disebabkan oleh cekikan seseorang. Dan ternyata ia dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri, HA, Lantaran kesal karena persoalan sepele remote TV.

“Saya sudah mau tidur, jadi saya tanya, kecilkan suara TV. Dia malah lempar saya remote tv, makanya saya emosi dan langsung usir, lalu kejar dia,” Tutur HA.

HA mengejar Maysi dan memboncengnya ke rumah neneknya di Dusun Empagae. Karena Maysi memberontak, HA yang saat itu sedang kesal menurunkan korban di pinggir Makam Taman Pahlawan. Ia kerap menempeleng korban sebanyak dua kali di pipi sebelah kanan.

Tidak puas dengan pelampiasan amarahnya, ayah tersebut mencekiknya dari belakang. “Saya cekik 30 menit. Masih berontak, saya injak lehernya hingga mukanya terbentur ke tanah,” ujar HA saat diintrogasi Polisi.

Melihat bahwa tubuh anaknya sudah tidak bernyawa, pelaku menyeret korban ke piinggir jalan dan menutupi jasadnya dengan semak-semak. Lalu ia kabur ke rumah rekannya di Kabupaten Bonde.

Tak lama HA ditangkap oleh pihak kepolisian. Menurut Guntur, motif pembunuhan tersebut murni karena kesal. Tidak ada motif pemerkosaan dan lain sebagainya. |Labibah|

back to top