Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Tega, Ayah bunuh anak kandungnya hanya karena hal remeh

Tega, Ayah bunuh anak kandungnya hanya karena hal remeh
Sulawesi – KoPi | Ayah adalah cinta pertama setiap anak perempuannya. Perjuangannya menjadi seorang ayah membentuk cinta yang erat dalam hati setiap anak. Namun, apa jadinya jika sosok ayah justru berbalik menjadi penyerang? Sungguh tega.

Di Sulawesi Selatan, sesosok ayat ditemukan warga di pinggir Jalan Adi Pallajareng, Desa Assorajang, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan pada hari Selasa (18/8). Mayat dengan identitas wanita bernama Maysi Angelia (19) telah disemayamkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RS Lamaddukelleng Sengkang).

Sebelumnya, Polisi menduga sosok mayat tersebut merupakan korban tewas karena kecelakaan lalu lintas. Namun setelah diperiksa lebih lanjut, korban meninggal secara tidak wajar, seperti yang diungkapkan  Kapolres Wajo AKBP M Guntur.

Selidik punya selidik, Maysi tewas disebabkan oleh cekikan seseorang. Dan ternyata ia dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri, HA, Lantaran kesal karena persoalan sepele remote TV.

“Saya sudah mau tidur, jadi saya tanya, kecilkan suara TV. Dia malah lempar saya remote tv, makanya saya emosi dan langsung usir, lalu kejar dia,” Tutur HA.

HA mengejar Maysi dan memboncengnya ke rumah neneknya di Dusun Empagae. Karena Maysi memberontak, HA yang saat itu sedang kesal menurunkan korban di pinggir Makam Taman Pahlawan. Ia kerap menempeleng korban sebanyak dua kali di pipi sebelah kanan.

Tidak puas dengan pelampiasan amarahnya, ayah tersebut mencekiknya dari belakang. “Saya cekik 30 menit. Masih berontak, saya injak lehernya hingga mukanya terbentur ke tanah,” ujar HA saat diintrogasi Polisi.

Melihat bahwa tubuh anaknya sudah tidak bernyawa, pelaku menyeret korban ke piinggir jalan dan menutupi jasadnya dengan semak-semak. Lalu ia kabur ke rumah rekannya di Kabupaten Bonde.

Tak lama HA ditangkap oleh pihak kepolisian. Menurut Guntur, motif pembunuhan tersebut murni karena kesal. Tidak ada motif pemerkosaan dan lain sebagainya. |Labibah|

back to top