Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Tari tradisional "Trengganon" paduan syair Al-Barzanji dengan silat

Tari tradisional "Trengganon" paduan syair Al-Barzanji dengan silat

Jogjakarta-KoPi| Seiring perkembangan zaman telah memupus kecintaan masyarakat terhadap budayanya. Hal itulah yang mendasari Dinas Kebudayaan memperbanyak event bertajuk ‘kembali’ pada budaya. Salah satunya acara festival seni di Pendopo Taman siswa (11/6) pukul 11.30 WIB. Acara ini bentuk revitalisasi kesenian tradisonal Jogjakarta khususnya seni tari. Fstival berlangsung selama dua hari sejak tanggal 11-12 Juni 2015.

Menurut ketua panitia, Noor Sulistyo mengatakan festival bertujuan untuk merevitalisasikan seni tari tradisional yang telah lama terlupakan oleh masyarakat.

Dia mengaharapkan festival seni ini mampu membangkitkan kembali gairah kesenian masyarakat terutama anak muda untuk mengenal seni tradisional.

“ Acara ini diikuti oleh 15 grup dari kota dan kabupaten. Salah satunya ada penampilan tari gambyong, jathilan, bedaya, dan banyak lainnya. Festival ini hanya menampilkan yang terbaik. Juga ada juri agar tidak keluar dari pakem-pakem yang ada”, papar Noor.

Salah satu penampil dari Sanggar Al-Fattah asal Parakan Wetan, Sendang Sari, Minggir, Sleman mengakui inisiatif disbud menggelar festival tari sangat positif. Upaya untuk melestarikan kesenaian agar tidak punah.

Sanggar Al-fattah menampilkan kesenian Trengganon, suatu tarian yang memadukan syair Al-Barzanji dengan gerakan silat. Menurut kepala grup Kodari memaparkan tarian ini awalnya bertujuan agar masyarakat tertarik dengan Islam.

“ Kesenian Trengganon sejak tahun 1930 bernafaskan agama Islam, kesenian untuk pembelajaran Islam. Dengan dua kelompok sebagian membaca Al-barzanji, satunya lagi memperagakan silat denan tarian”, tutur Kodari.

Kodari menambahkan masyarakat terutama pemda perlu melestarikan kesenian ini, pasalnya tari Trengganon tinggal satu-satunya yang ada di DIY. |Winda Efanur FS|

back to top