Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Tari "Komunikasi Bisu" Kepada Manusia

Tari "Komunikasi Bisu" Kepada Manusia

Winda Efanur FS


Magelang-KoPi, Lima orang penari terdiri dari 3 perempuan dan 2 laki-laki menari mengikuti alunan musik. Seorang penari laki-laki memegang wayang Dewi Sri di serahkan ke salah satu penari perempuan. Narasi pendek tersebut menggambarkan pertunjukan tari yang dipentaskan oleh SMP Muhammadiyah Plus Gunung Pring Muntilan pada Festival 5 Gunung 23 Agustus 2014.

Tarian yang berjudul Kidung Sabin menceritakan tentang Dewi Sri. Mempunyai makna kebiasaan warga Pakis, Magelang menyambut musim panen. Bila musim panen tiba warga akan menggelar wayang semalam suntuk sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan.



Selain tari Kidung Sabin, juga ada Tari Soreng asli Desa Sarangan. Tari Soreng berkisah tentang keprajuritan seputar kekisruhan kerajaan Demak dan Pajang. Perebutan tahta antara Aryo penangsang dengan Sutan danang Hadiwijaya. Harusnya Aryo Penangsanglah yang jadi raja. Tetapi karena suatu hal Hadiwijaya yang dinobatkan menjadi raja.


 
Dalam improvisasinya Tarian Soreng diiringi oleh musik Soreng Truntung. Musik rotan dipadukan sama tempul empat, bedhug dan jimbe.

Tari keprajuritan lain juga ditampilkan Tari Grasak bocah oleh Dusun Petung Merbabu. Tarian ini mengisahkan kumpulan anak-anak nakal dengan satu pemimpin. Mempunyai pesan walaupun mereka bersikap kasar tetap patuh kepada ketua. Atau dalam realitas yang lebih jauh masyarakat patuh kepada pemerintah.

 

 

 

back to top