Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Tari "Komunikasi Bisu" Kepada Manusia

Tari "Komunikasi Bisu" Kepada Manusia

Winda Efanur FS


Magelang-KoPi, Lima orang penari terdiri dari 3 perempuan dan 2 laki-laki menari mengikuti alunan musik. Seorang penari laki-laki memegang wayang Dewi Sri di serahkan ke salah satu penari perempuan. Narasi pendek tersebut menggambarkan pertunjukan tari yang dipentaskan oleh SMP Muhammadiyah Plus Gunung Pring Muntilan pada Festival 5 Gunung 23 Agustus 2014.

Tarian yang berjudul Kidung Sabin menceritakan tentang Dewi Sri. Mempunyai makna kebiasaan warga Pakis, Magelang menyambut musim panen. Bila musim panen tiba warga akan menggelar wayang semalam suntuk sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan.



Selain tari Kidung Sabin, juga ada Tari Soreng asli Desa Sarangan. Tari Soreng berkisah tentang keprajuritan seputar kekisruhan kerajaan Demak dan Pajang. Perebutan tahta antara Aryo penangsang dengan Sutan danang Hadiwijaya. Harusnya Aryo Penangsanglah yang jadi raja. Tetapi karena suatu hal Hadiwijaya yang dinobatkan menjadi raja.


 
Dalam improvisasinya Tarian Soreng diiringi oleh musik Soreng Truntung. Musik rotan dipadukan sama tempul empat, bedhug dan jimbe.

Tari keprajuritan lain juga ditampilkan Tari Grasak bocah oleh Dusun Petung Merbabu. Tarian ini mengisahkan kumpulan anak-anak nakal dengan satu pemimpin. Mempunyai pesan walaupun mereka bersikap kasar tetap patuh kepada ketua. Atau dalam realitas yang lebih jauh masyarakat patuh kepada pemerintah.

 

 

 

back to top