Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Tanda Tanya PT Adiperkasa, Perusahaan Mobil Nasional Hendropriyono

Tanda Tanya PT Adiperkasa, Perusahaan Mobil Nasional Hendropriyono
KoPi| Nama A.M. Hendropriyono mendadak menjadi pembicaraan di kalangan dunia otomotif Indonesia. Pasalnya, perusahaan milik mantan Kepala Badan Intelijen Negara tersebut, PT Adiperkasa Citra Lestari, menandatangani kerjasama dengan Proton Holdings Bhd, Malaysia, dalam pengembangan mobil nasional.
 

Masyarakat pun bertanya-tanya, perusahaan apakah PT Adiperkasa tersebut? Kalangan pengusaha otomotif pun mengerutkan kening ketika mendengar nama perusahaan tersebut. Sepak terjang perusahaan itu belum pernah didengar. PT Adiperkasa sendiri tercatat berdiri pada tahun 2012.

Meski demikian, Hendropriyono mengaku ia sejak lama memiliki visi untuk membangun pabrik mobil asli buatan Indonesia. Ia sempat menyebutkan bahwa ia sudah memiliki cita-cita tersebut sejak memegang jabatan sebagai presiden komisaris pabrikan mobil asal KIA, yaitu pada tahun 1999.

Hendropriyono tetap bersikukuh menolak penyebutan kerjasama dengan Proton tersebut sebagai cikal bakal mobil nasional. Menurutnya, kerjasama dengan Proton tersebut adalah untuk pendirian pabrik mobil milik bangsa Indonesia, bukan pabrik mobil negara.

Jejak bisnis Hendropriyono sendiri sudah terlihat sejak tahun 2001. Kala itu ia mendirikan Hendropriyono dan Law Office. Perusahaan tersebut kemudian berganti nama menjadi Hendropriyono Corporation Indonesia. Kini Hendropriyono Corporation memiliki berbagai anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan, properti, konstruksi, perkapalan, perikanan, dan permodalan. Selain itu, Hendropriyono juga memegang posisi penting di berbagai perusahaan di Indonesia, seperti Blitzmegaplex, Carrefour Indonesia, dan KIA Mobil Indonesia.

Nama Hendropriyono sendiri sempat jadi kontroversi saat masuk dalam bursa kabinet Jokowi. Mantan Menteri Transmigrasi dan Perambahan Hutan era Soeharto tersebut sempat diperkirakan akan masuk ke salah satu posisi menteri. Selain itu ia juga sempat ditawari jabatan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden, namun menolak tawaran tersebut. Publik menilai rekam jejak Hendropriyono tidak bagus dan diduga terlibat berbagai kasus HAM, seperti kematian Munir, Timor Timur, dan tragedi Talangsari.

Meski akhirnya tidak masuk ke posisi manapun, Hendropriyono masih termasuk dalam lingkar istana dan sering terlihat mengunjungi Jokowi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah ketika menantu Hendropriyono, Andika Perkasa, ditunjuk sebagai komandan Paspampres Jokowi. Penunjukan tersebut dianggap sebagai lompatan karir yang terlalu cepat bagi lulusan Akademi Militer angkatan 1987 itu.

back to top