Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Tanaman pra-sejarah 200 juta tahun lalu ditemukan!

Tanaman pra-sejarah 200 juta tahun lalu ditemukan!

Lille|KoPi|Sebuah tim ilmuwan Perancis dari Universitas Lille telah berhasil menemukan tanaman pra-sejarah. Mereka mengumpulkan sisa-sisa tanaman yang terkubur di dalam permafrost Antartika.

Namun yang mengejutkan, tanaman memiliki biji utuh dan dalam jangka waktu satu bulan tim paleobotanists tersebut berhasil menghidupkan kembali pohon palem yang sudah berusia 200 juta tahun.

Ini juga merupakan misteri, pasalnya tanaman tropis yang spesiesnya belum diketahui bisa berhasil tumbuh di benua Antartika 200 juta tahun yang lalu. Dengan percobaan bisa memberikan informasi penting tentang kondisi atmosfer di Bumi pada saat itu, seperti tingkat oksigen dan karbon dioksida (CO2 ).

Spesimen sangat langka ini diketahui masuk ke dalam keluarga Cycad, kerabat dekat Cycas Rumphii modern. Tanaman yang bisa berdiri dengan panjang lebih dari 200 meter dan lebar 6 meter ini sesuai dengan bukti fisik sisa-sisa fosil.

palem purba

"Beberapa tes sebelumnya tidak meyakinkan pada awalnya karena tingkat CO2 tidak tepat untuk budidaya tanaman Jurassic. Kondisi Bumi saat ini rupanya sangat berbeda dari kondisi atmosfer pada  periode Jurassic ", jelas ketua tim peneliti Jean-Marcel DeKoninck. 

benua Jurassic

Memahami kebutuhan biologis tanaman bisa memberikan para ilmuwan informasi berharga tentang kondisi atmosfer di Bumi pada periode Jurassic. Hal ini masih menjadi misteri bagi ilmu pengetahuan modern bagaimana spesies tersebut bisa mencapai proporsi raksasa tersebut dibandingkan dengan kerabat modern mereka. 

“Tingkat Oksigen dan karbon dioksida pada saat itu mungkin telah memainkan peranan utama dalam pengembangan spesies raksasa fauna dan flora dari periode Jurassic ", jelas salah seorang tim peneliti Jeanne Mancelot, PhD.

Tim peneliti berharap untuk membiayai perjalanan lain ke Antartika pada 2015-2016 yang bisa mengungkapkan sisa-sisa flora pra-sejarah lainya yang berada jauh di bawah lapisan permafrost.|Irfan Ridlowi|worldnewsdailyreport.com|

 

back to top