Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Tanaman pra-sejarah 200 juta tahun lalu ditemukan!

Tanaman pra-sejarah 200 juta tahun lalu ditemukan!

Lille|KoPi|Sebuah tim ilmuwan Perancis dari Universitas Lille telah berhasil menemukan tanaman pra-sejarah. Mereka mengumpulkan sisa-sisa tanaman yang terkubur di dalam permafrost Antartika.

Namun yang mengejutkan, tanaman memiliki biji utuh dan dalam jangka waktu satu bulan tim paleobotanists tersebut berhasil menghidupkan kembali pohon palem yang sudah berusia 200 juta tahun.

Ini juga merupakan misteri, pasalnya tanaman tropis yang spesiesnya belum diketahui bisa berhasil tumbuh di benua Antartika 200 juta tahun yang lalu. Dengan percobaan bisa memberikan informasi penting tentang kondisi atmosfer di Bumi pada saat itu, seperti tingkat oksigen dan karbon dioksida (CO2 ).

Spesimen sangat langka ini diketahui masuk ke dalam keluarga Cycad, kerabat dekat Cycas Rumphii modern. Tanaman yang bisa berdiri dengan panjang lebih dari 200 meter dan lebar 6 meter ini sesuai dengan bukti fisik sisa-sisa fosil.

palem purba

"Beberapa tes sebelumnya tidak meyakinkan pada awalnya karena tingkat CO2 tidak tepat untuk budidaya tanaman Jurassic. Kondisi Bumi saat ini rupanya sangat berbeda dari kondisi atmosfer pada  periode Jurassic ", jelas ketua tim peneliti Jean-Marcel DeKoninck. 

benua Jurassic

Memahami kebutuhan biologis tanaman bisa memberikan para ilmuwan informasi berharga tentang kondisi atmosfer di Bumi pada periode Jurassic. Hal ini masih menjadi misteri bagi ilmu pengetahuan modern bagaimana spesies tersebut bisa mencapai proporsi raksasa tersebut dibandingkan dengan kerabat modern mereka. 

“Tingkat Oksigen dan karbon dioksida pada saat itu mungkin telah memainkan peranan utama dalam pengembangan spesies raksasa fauna dan flora dari periode Jurassic ", jelas salah seorang tim peneliti Jeanne Mancelot, PhD.

Tim peneliti berharap untuk membiayai perjalanan lain ke Antartika pada 2015-2016 yang bisa mengungkapkan sisa-sisa flora pra-sejarah lainya yang berada jauh di bawah lapisan permafrost.|Irfan Ridlowi|worldnewsdailyreport.com|

 

back to top