Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Tanaman pra-sejarah 200 juta tahun lalu ditemukan!

Tanaman pra-sejarah 200 juta tahun lalu ditemukan!

Lille|KoPi|Sebuah tim ilmuwan Perancis dari Universitas Lille telah berhasil menemukan tanaman pra-sejarah. Mereka mengumpulkan sisa-sisa tanaman yang terkubur di dalam permafrost Antartika.

Namun yang mengejutkan, tanaman memiliki biji utuh dan dalam jangka waktu satu bulan tim paleobotanists tersebut berhasil menghidupkan kembali pohon palem yang sudah berusia 200 juta tahun.

Ini juga merupakan misteri, pasalnya tanaman tropis yang spesiesnya belum diketahui bisa berhasil tumbuh di benua Antartika 200 juta tahun yang lalu. Dengan percobaan bisa memberikan informasi penting tentang kondisi atmosfer di Bumi pada saat itu, seperti tingkat oksigen dan karbon dioksida (CO2 ).

Spesimen sangat langka ini diketahui masuk ke dalam keluarga Cycad, kerabat dekat Cycas Rumphii modern. Tanaman yang bisa berdiri dengan panjang lebih dari 200 meter dan lebar 6 meter ini sesuai dengan bukti fisik sisa-sisa fosil.

palem purba

"Beberapa tes sebelumnya tidak meyakinkan pada awalnya karena tingkat CO2 tidak tepat untuk budidaya tanaman Jurassic. Kondisi Bumi saat ini rupanya sangat berbeda dari kondisi atmosfer pada  periode Jurassic ", jelas ketua tim peneliti Jean-Marcel DeKoninck. 

benua Jurassic

Memahami kebutuhan biologis tanaman bisa memberikan para ilmuwan informasi berharga tentang kondisi atmosfer di Bumi pada periode Jurassic. Hal ini masih menjadi misteri bagi ilmu pengetahuan modern bagaimana spesies tersebut bisa mencapai proporsi raksasa tersebut dibandingkan dengan kerabat modern mereka. 

“Tingkat Oksigen dan karbon dioksida pada saat itu mungkin telah memainkan peranan utama dalam pengembangan spesies raksasa fauna dan flora dari periode Jurassic ", jelas salah seorang tim peneliti Jeanne Mancelot, PhD.

Tim peneliti berharap untuk membiayai perjalanan lain ke Antartika pada 2015-2016 yang bisa mengungkapkan sisa-sisa flora pra-sejarah lainya yang berada jauh di bawah lapisan permafrost.|Irfan Ridlowi|worldnewsdailyreport.com|

 

back to top