Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Tanam padi lebih aman di puncak musim hujan ini

Tanam padi lebih aman di puncak musim hujan ini

Jogja-KoPi|Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyarankan petani menanam tanaman tahan genangan air kepada para petani.

Berdasarkan prediksi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG) bahwa pada bulan Desember ini,Indonesia akan memasuki puncak musim penghujan dan cuaca ekstrim. Ancaman banjir dan genangan air di lahan pertanian sangat mungkin terjadi.

Kepala dinas pertanian DIY, Sasongko mengungkapkan sebaiknya petani menyiapkan diri untuk menanam tanaman kuat terhadap genangan air dan banjir seperti padi.

"Padi ini tanaman yang lebih tahan pada genangan air, untuk musim penghujan itu kita menyarankan tanaman padi. Musim penghujan itu polanya tanaman padi, sementara kemarau sebaiknya palawija,"ungkapnya, saat ditemui di Kantor Dinas Pertanian ,ditulis pada Senin(4/12).

Sasongko pun bercermin pada badai Cempaka seminggu lalu,tanaman padi ini lebih tahan pada intensitas air yang tinggi ketimbang tanaman lainnya. Ia mengatakan padi sendiri dapat bertahan hidup selama satu (1) minggu tanpa terkena cahaya matahari jika tanaman ini sepenuhnya terendam air. Tanaman jenis lain mungkin hanya mampu bertahan tiga (3) hari pada kondisi yang sama.

"Tanaman padi jika tergenang atau terendam air sepenuhnya, ia masih dapat hidup selama 1 minggu tanpa terkena cahaya matahari. Biasanya dalam waktu seminggu air ini bisa surut dan padi tidak membusuk. Semua jenis tanaman padi relatif tahan kondisi ini,"tambahnya.

Sementara jenis tanaman yang Sasongko tidak sarankan pada penanaman musim ini seperti tanaman Hortikultura (Horti). Jenis-jenis tanaman seperti Cabai,Bawang, Kol,Kubis ini pun sangat rentan jika sampai terendam air sepenuhnya atau terendam dengan ketinggian air yang tinggi. Tanaman jenis inilah yang dimaksud Sasongko hanya mampu bertahan hidup tiga hari.

"Mereka kalau terendam air sepenuhnya mungkin tiga hari sudah busuk dan mati. Terendam sehari saja sudah mengurangi produksinya," pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top