Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Tanam padi lebih aman di puncak musim hujan ini

Tanam padi lebih aman di puncak musim hujan ini

Jogja-KoPi|Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyarankan petani menanam tanaman tahan genangan air kepada para petani.

Berdasarkan prediksi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG) bahwa pada bulan Desember ini,Indonesia akan memasuki puncak musim penghujan dan cuaca ekstrim. Ancaman banjir dan genangan air di lahan pertanian sangat mungkin terjadi.

Kepala dinas pertanian DIY, Sasongko mengungkapkan sebaiknya petani menyiapkan diri untuk menanam tanaman kuat terhadap genangan air dan banjir seperti padi.

"Padi ini tanaman yang lebih tahan pada genangan air, untuk musim penghujan itu kita menyarankan tanaman padi. Musim penghujan itu polanya tanaman padi, sementara kemarau sebaiknya palawija,"ungkapnya, saat ditemui di Kantor Dinas Pertanian ,ditulis pada Senin(4/12).

Sasongko pun bercermin pada badai Cempaka seminggu lalu,tanaman padi ini lebih tahan pada intensitas air yang tinggi ketimbang tanaman lainnya. Ia mengatakan padi sendiri dapat bertahan hidup selama satu (1) minggu tanpa terkena cahaya matahari jika tanaman ini sepenuhnya terendam air. Tanaman jenis lain mungkin hanya mampu bertahan tiga (3) hari pada kondisi yang sama.

"Tanaman padi jika tergenang atau terendam air sepenuhnya, ia masih dapat hidup selama 1 minggu tanpa terkena cahaya matahari. Biasanya dalam waktu seminggu air ini bisa surut dan padi tidak membusuk. Semua jenis tanaman padi relatif tahan kondisi ini,"tambahnya.

Sementara jenis tanaman yang Sasongko tidak sarankan pada penanaman musim ini seperti tanaman Hortikultura (Horti). Jenis-jenis tanaman seperti Cabai,Bawang, Kol,Kubis ini pun sangat rentan jika sampai terendam air sepenuhnya atau terendam dengan ketinggian air yang tinggi. Tanaman jenis inilah yang dimaksud Sasongko hanya mampu bertahan hidup tiga hari.

"Mereka kalau terendam air sepenuhnya mungkin tiga hari sudah busuk dan mati. Terendam sehari saja sudah mengurangi produksinya," pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top