Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Tambak udang, dari tanah SG sampai kerusakan lingkungan

Tambak udang, dari tanah SG sampai kerusakan lingkungan

Bantul-KoPi| Pemkab Bantul dan Dinas Perikanan dan Kelautan DIY tengah menggodok konsep relokasi tambak udang ke wilayah Wonoroto, Gading sari, Sanden dan Dusun Ngetep, Srigading, Sanden. Luasan ke dua wilayah relokasi masing-masing 45 HA.

Sebelumnya keberadaan tambak udang milik masyarakat di pantai selatan selalu dilemahkan keberadannya. Sejak November 2014 lalu Pemkab Bantul menuntut dengan banyak dalih mulai dari ilegal karena memakai tanah Sultan Ground (SG) hingga isu kerusakan lingkungan.

Menurut kepala bidang perikanan Dinas Perikanan dan Kelautan DIY Suwarman Partosuwiryo mengakui sejak November tahun 2014 lalu memang ada wacana untuk menutup tambak yang ilegal.

“ Sejak November 2014 lalu kita koordinasi dengan Pemkab Bantul, untuk menutup tambak tapi karena banyak yang ramai, akhirnya kita koordinasikan kaitannya dengan ditata sesuai dengan lokasi dan zonanya”, papar Suwarman.

Keputusan untuk mengelola keberadaan tambak udang ini disambut baik oleh aktivis lingkungan hidup Aji Kusumo. Menurutnya tidak sepantasnya pemerintah menutup usaha ekonomi masyarakat.

Aji yang memantau kasus tambak udang sejak awal (November tahu lalu) selalu menyuarakan win-win soution ke kedua belah pihak. Jangan sampai usaha ekonomi masyarakat mati karena adiministrasi pemerintahan.

“Awalnya isu yang dikatakan tentang penggunaan tanah SG tanpa ijin, sekarang isu lingkungan pencemaran, kalau saya harusnya tambak masyarakat ini jangan ditutup tapi ditata, dikelola dengan baik”, tegas Aji. |Winda Efanur FS|

back to top