Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Taman Budaya Yogyakarta gelar kethoprak kolosal

Taman Budaya Yogyakarta gelar kethoprak kolosal

Siaran Perss


Taman Budaya Yogyakarta (TBY) sebagai UPTD Dinas Kebudayaan DIY akan menggelar pentas Ketoprak Kolosal 2014 di Concert Hall, Jumat-Sabtu (8-9/8). Pergelaran yang melibatkan 400 seniman ketoprak se-DIY akan menggarap karya SH Mintardjo   dengan cerita 'Sumunaring Surya Ing Gagat Rahina'.

"Program yang pertama kali diselenggarakan oleh TBY ini bertolak dari pemikiran untuk menghidupkan seni kethoprak di Yogyakarta yang kurang berkembang dengan baik. Ketoprak kolosal di Yogyakarta hampir tidak pernah diselenggarakan. Padahal Yogyakarta memiliki seniman-seniman ketoprak handal dengan karya-karya yang layak dibanggakan," ujar Drs Diah Tutuko Suryandaru, Kepala TBY kepada KRJogja.com, Senin (4/8).

Disebutkan, potensi ini layak dikembangkan dan di sebarluaskan kepada generasi muda yang kurang mengenal seni kethoprak. Untuk itu, pergelaran Ketoprak Kolosal ini diharapkan mampu melahirkan sebuah karya yang layak diapresiasi masyarakat dan mampu menarik generasi muda untuk belajar ketoprak.

Dalam cerita 'Sumunaring Surya Ing Gagat Rahina' bakal dimain dua malam berturut-turut. Malam pertama naskah karya  karya SH Mintardjo akan diadatasi menjadi naskah Ketoprak Konvensional oleh Tantida Isa.
Lakon ini bakal digarap oleh tim sutradara Drs Susilo Nugroho, Widayat, Bambang Paningron, Nano Asmorodhono, Puntung CM Pudjadi dan Toelis Semero.

Sedang malam kedua cerita yang sama diadaptasi menjadi lakon 'Lingsir' dengan penulis Surya Anantya, dengan tim sutradara Ari Purnomo, RM Altiyanto Hermawan, Anter Asmaratedja, Herwiyanto, Gondol Sumargiyono dan Herry Limboex.

"Melalui Pergelaran Kethoprak Kolosal ini, TBY berkomitmen agar seni kethoprak menjadi salah satu seni yang akan terus dikembangkan. Dengan begitu akan semakin mengukuhkan Yogyakarta sebagai kota budaya. Dengan tumbuh dan berkembangnya seni ketoprak di Yogyakarta niscaya memiliki pengaruh yang positif terhadap perkembangan seni di Yogyakarta," tegas Diah.(*)

back to top