Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Tak ada artis Artjog ikut boikot acara

Tak ada artis Artjog ikut boikot acara

Jogja-KoPi |Desakan atas nama seniman Yogyakarta dan kaum muda NU untuk memboikot acara Artjog tidak ditanggapi seniman yang terlibat di dalam Artjog 2016. Tidak ada satupun seniman yang terlibat di ArtJog memboikot. Bahkan Titarubi, seniman yang semula melakukan aksi menutup logo Freeport menyatakan penyesalannya dan meminta maaf secara terbuka.

Sebelumnya sejumlah seniman Yogyakarta dan Lesbumi NU melakukan protes dan mengajak seniman yang terlibat di dalam Artjog memboikot dengan alasan pihak manajemen menggandeng PT Freeport. Perusahaan ini dinilai memiliki cacat moral terhadap kemanusiaan khususnya rakyat Papua.

Heri Pemad selaku CEO Heri Pemad Art Manajemen mengatakan bahwa apa yang ia lakukan tidak menyalahi nilai dan aturan hukum yang berlaku. Mereka yang melakukan aksi penolakan dianggap salah sikap karena acara ini sah dan dilindungi hukum. Pihak manajemen membayar semua kewajibannya pada negara, meskipun negara tidak begitu memiliki perhatian.

"Mereka tidak tahu, saya harus berjuang agar Artjog tetap bisa berlangsung. Kehadiran Artjog membawa dampak yang tidak kecil bagi kehidupan wisata dan ekonomi kreatif Yogyakarta bahkan Indonesia. Mereka tidak tahu betapa sulitnya mencari dana sponsor apalagi dari pemerintah. Bahkan di saat last munite pihak Dinas Pariwisata dan Kementerian Pariwisata menyatakan tidak bisa memberi dukungan.

Dalam kondisi demikian, Heri Pemad menggambarkan dirinya nekad menabrakkan dirinya pada gunung emas dengan harapan mendapatkan kembali 'Ayah-Bundanya" yang hilang. Ayah-Bunda maksud Heri Pemad adalah negara. Ia merasa selama ini negara dan pemerintah belum memberikan perhatian yang maksimal terhadap perkembangan seni-budaya, terutama perihal infrasrukturnya.

"Di banyak negara, seperti Singapura atau mungkin Malaysia, ketika siapapun seperti swasta membuat acara seni-budaya yang bisa menghadirkan banyak orang, pemerintah segera memberikan dukungan. Baik meringankan beban pajak atau hal lain. Karena mereka tahu bahwa acara itu memberikan kontribusi bagi negara." Curhatnya.

Warga tak keberatan

Sementara itu warga Yogyakarta dan pengunjung Artjog ketika dimintai tanggapannya mengatakan tidak masalah Artjog menggunakan sponsor Freeport dan mendukung acara itu terus berlangsung,

"Tidak ada masalah. Artjog itu acara tahunan yang memberikan banyak manfaat bagi Yogyakarta dan Indonesia. Wisata Yogya dan sekitarnya menjadi ramai. Kalau ada Freeport ya tak ada masalah, kalau Freeport punya dosa ya siapa sih yang tidak punya dosa di negeri ini." Tegas Dedi, salah satu pengunjung Artjog asal Yogyakarta.
Lamichi warga Bantul bahkan mengatakan orang yang melakukan aksi boikot tidak memahami dan terlalu memakai kacamata kuda.

"Logikanya, kalau seniman sudah terikat kontrak dengan manajemen tidak bisa begitu saja memboikot hanya karena tidak cocok dengan penyandang dana. Mereka kan diuntungkan dengan terlibat dalam acara ini, jadi aneh kalau melakukan boikot." Jelas Lamichi.

back to top