Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Taj Mahal rusak karena polusi

Taj Mahal rusak karena polusi

India-KoPi, Taj Mahal, makam yang amat indah yang terbuat dari batu marmer putih ini akan diberi perawatan mud-pack—proses pembersihan dengan lumpur agar bangunan terlihat lebih bersih dan mengkilap—untuk menghilangkan noda-noda kuning di permukaaannya yang disebabkan oleh polusi. Ini adalah keempat kalinya Taj Mahal dibersihkan.

Taj Mahal dibangun pada abad ke-17. Bangunan ini terletak di tepi sungai Yamuna dan merupakan bentuk arsitektur Mughal terbaik. Proses perawatan mud-pack terakhir kali dilakukan pada tahun 2008. Namun, tingkat polusi yang semakin tinggi beberapa tahun terakhir membuat Taj Mahal tampak kusam.


“Karena polusi kota semakin meningkat, marmer putih ini menguning dan kehilangan sinarnya,” papar B M Bhatnagar dari Archeological Survey of India (ASI). “Untuk mengembalikan tampilan alami monument ini, pihak ASI sudah bersiap-siap untuk melakukan perawatan mud-pack,” imbuhnya.


Prosedur pembersihan ini ternyata mengikuti cara perawatan kecantikan tradisional perempuan India yang mengoleskan “Multani mitti (Fuller’s earth) ke wajah mereka untuk membuat wajah mereka semakin bersinar. Perawatan mud-pack Taj Mahal pertama kali dilakukan pada tahun 1994, yang kedua dan ketiga dilakukan pada tahun 2001 dan 2008.


(Ana Puspita)
Sumber: The Independent

back to top