Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Taj Mahal rusak karena polusi

Taj Mahal rusak karena polusi

India-KoPi, Taj Mahal, makam yang amat indah yang terbuat dari batu marmer putih ini akan diberi perawatan mud-pack—proses pembersihan dengan lumpur agar bangunan terlihat lebih bersih dan mengkilap—untuk menghilangkan noda-noda kuning di permukaaannya yang disebabkan oleh polusi. Ini adalah keempat kalinya Taj Mahal dibersihkan.

Taj Mahal dibangun pada abad ke-17. Bangunan ini terletak di tepi sungai Yamuna dan merupakan bentuk arsitektur Mughal terbaik. Proses perawatan mud-pack terakhir kali dilakukan pada tahun 2008. Namun, tingkat polusi yang semakin tinggi beberapa tahun terakhir membuat Taj Mahal tampak kusam.


“Karena polusi kota semakin meningkat, marmer putih ini menguning dan kehilangan sinarnya,” papar B M Bhatnagar dari Archeological Survey of India (ASI). “Untuk mengembalikan tampilan alami monument ini, pihak ASI sudah bersiap-siap untuk melakukan perawatan mud-pack,” imbuhnya.


Prosedur pembersihan ini ternyata mengikuti cara perawatan kecantikan tradisional perempuan India yang mengoleskan “Multani mitti (Fuller’s earth) ke wajah mereka untuk membuat wajah mereka semakin bersinar. Perawatan mud-pack Taj Mahal pertama kali dilakukan pada tahun 1994, yang kedua dan ketiga dilakukan pada tahun 2001 dan 2008.


(Ana Puspita)
Sumber: The Independent

back to top