Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Taj Mahal rusak karena polusi

Taj Mahal rusak karena polusi

India-KoPi, Taj Mahal, makam yang amat indah yang terbuat dari batu marmer putih ini akan diberi perawatan mud-pack—proses pembersihan dengan lumpur agar bangunan terlihat lebih bersih dan mengkilap—untuk menghilangkan noda-noda kuning di permukaaannya yang disebabkan oleh polusi. Ini adalah keempat kalinya Taj Mahal dibersihkan.

Taj Mahal dibangun pada abad ke-17. Bangunan ini terletak di tepi sungai Yamuna dan merupakan bentuk arsitektur Mughal terbaik. Proses perawatan mud-pack terakhir kali dilakukan pada tahun 2008. Namun, tingkat polusi yang semakin tinggi beberapa tahun terakhir membuat Taj Mahal tampak kusam.


“Karena polusi kota semakin meningkat, marmer putih ini menguning dan kehilangan sinarnya,” papar B M Bhatnagar dari Archeological Survey of India (ASI). “Untuk mengembalikan tampilan alami monument ini, pihak ASI sudah bersiap-siap untuk melakukan perawatan mud-pack,” imbuhnya.


Prosedur pembersihan ini ternyata mengikuti cara perawatan kecantikan tradisional perempuan India yang mengoleskan “Multani mitti (Fuller’s earth) ke wajah mereka untuk membuat wajah mereka semakin bersinar. Perawatan mud-pack Taj Mahal pertama kali dilakukan pada tahun 1994, yang kedua dan ketiga dilakukan pada tahun 2001 dan 2008.


(Ana Puspita)
Sumber: The Independent

back to top