Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Tahun ke-9 lumpur Lapindo, para korban arak ogoh-ogoh serupa Bakrie

Tahun ke-9 lumpur Lapindo, para korban arak ogoh-ogoh serupa Bakrie
Porong - KoPi | Memasuki tahun ke 9, para korban lumpur Lapindo belum sepenuhnya mendapat ganti rugi. Mereka yang haknya belum terpenuhi menggelar festival pulang kampung dengan mengarak ogoh ogoh serupa Aburizal Bakrie. Ogoh-ogoh yang serupa Bakrie dengan berbaju kuning dan tangan dirantai itu diarak dari taman Apaksi menuju kawasan lumpur lapindo pada jumat (28/05).

Arak-arakan yang diikuti oleh puluhan orang ini diikuti kelompok perempuan Lumpur Lapindo (ArRohmah), Paguyuban Ojek, portal Titik 21 dan juga komunitas AlFaz. Festival yang dinamakan pulang kampung ini menuntut pihak Bakrie maupun pemerintah untuk mengusut tuntas segala korban lumpur Lapindo.

Herwati, selaku ketua kelompok Ar Rohmah dan juga kordinator pelaksana festival tersebut mengungkapkan, kebutuhan korban saat ini bukan sekedar ganti rugi atas bangunan yang kini sudah terkubur lumpur. “Yang kami butuhkan adalah pemulihan, bukan sekedar kesehatan. Melainkan pendidikan anak-anak yang semakin terpinggirkan, jaminan sosial ekonomi serta pemulihan budaya yang kini hilang bersamaan dengan terpencarnya masyarakat Porong”.

Herwati dan para korban lainnya masih merasakan penderitaan. Menurutnya, hanya segelintir orang yang menerima ganti rugi dan memanfaatkan penderitaan beban yang mereka rasakan. “kami perlu dilunasi haknya, sehingga setara dengan mereka yang sudah dilunasi” tegasnya.

Meskipun telah mengontrak rumah disekitaran Sidoarjo. Korban lumpur Lapindo menolak lupa mengenai kampung halaman yang menjadi tempat kelahiran mereka. Sehingga aksi yang mereka lakukan hari ini bentuk tamparan bagi pihak terkait dan juga pemerintah untuk segera menuntaskan penderitaan yang mereka rasakan.

Dalam festival yang diiringi patrol dari anggota AlFaz, dua orang korban lumpur terlihat emosional sehingga mengamuk dan saling tubruk. Menurut warga setempat, dua orang itu terlibat emosi dengan Bakrie sehingga mengamuk dan kesurupan. | Labibah

back to top